Pilpres 2019: Momentum Nasionalisme

Spread the love

Pemilihan presiden (pilpres) tahun 2019, menjadi dambaan masyarakat Indonesia sebagai momentum untuk menentukan pemimpin di negeri ini. Momentum untuk mencari figure pemimpin yang memiliki visi dan mis membangun negeri ini kearah yang lebih baik dan lebih kondusif. Pemimpin yang dapat memikirkan negeri ini serta stabilitas kemaanan serta kesejahteraan masyarakat.

Seminggu yang lalu saya naik kapal roro dari pelabuhan merak menuju pelabuhan Bakauheni Lampung. Dikapal itu, saya sempat berbincang dengan penumpang lain, beliau mendahului perbincangan kurang lebih temanya seputar pemilihan presiden. Namun sebelum mengarah pada perbincangan pemilihan presiden, beliau memulai mengungkapkan keresahannya terkait kondisi bangsa saat ini. Beliau memberikan pandangan bahwa negeri kita saat ini sangat tinggi ketergantungan pada Negara-negara asing, dan dicontohkan masuknya tenaga kerja asing dari berbagai Negara sebagai tenaga kerja kasar.

Selain itu beliau juga menganggap bahwa berbagai kebutuhan pokok sangat tidak terjangkau dan sulitnya mendapatkan lapangan kerja, serta besarnya beban utang yang di tanggung oleh negeri ini. Kemudian dari aspek ketersediaan lahan di desanya juga diungkapkan bahwa saat ini sudah dikuasai oleh kelompok-kelompok investor dari luar daerahnya dan bahkan menurut beliau lahan dikawasan permukimannya sudah dimilki oleh orang asing, dan seolah-olah tidak ada pembatasan orang asing dalam hal kepemilikan dan membeli lahan di desanya dan di negeri ini. Keresahan itulah sebenarnya menjadi hal yang paling krusial untuk diselesaikan dan dicarikan solusinya.

Pandangan beliau terkait kondisi social bangsa saat ini, tentu perlu menjadi skala prioritas untuk perhatian bagi calon presiden yang akan dipilih pada pemilu 2019. Keresahan penumpang kapal itu, mungkin ada hal yang sama dirasakan oleh masyarakat lainnya di negeri ini. Kemajuan bangsa tentu ditentukan oleh kemampuan kehadiran pemimpin untuk mengelola berbagai persoalan bangsa menjadi prioritas kesejahteraan masyarakat. Pemimpin yang hadir ditengah masyarakat, adalah pemimpin yang  mampu memberikan rasa kenyamanan pada masyarakatnya, serta mampu mempertahankan eksistensi lahan sumber penghidupan masyarakat lokal.

Pemimpin yang hadir ditengah masyarakat, tentu pemimpin yang mampu mempertahankan eksistensi negeri ini sebagai bangsa yang besar dan bangsa yang berdaulat terhadap kemampuan ekonomi yang mandri. Dan bukan pemimpin yang memiliki ketergantungan terhadap Negara-negara asing, sebagaimana harapan penumpang kapal tersebut. Menghadirkan rasa nasionalis, tentu bukan hanya pada patriotisme secara jiwa dan raga semata, akan lebih pada bagaimana melakukan nasionalisasi atas berbagai asset negeri ini dan termasuk lahan para petani. Selain itu memberikan penguatan kompetisi kemampuan anak bangsa menjadi tenaga kerja produktif di negeri ini.

Sang penumpang itu pun, menitipkan sebuah pesan agar negeri ini mampu menata dari segi aspek keberadaan industri di daerahnya. Kehadiran industri telah mengubah tatanan kearifan lokal pertanian menjadi kawasan industri strategis nasional dan milik asing yang menurutnya hampir tidak memiliki imbas ekonomi pada masyarakat lokal. Melakukan pembangunan bukan berarti harus menghilangkan sumber penghidupan masyarakat lokal, namun yang diharapkan adalah menumbuhkan hasil pertanian dan menciptakan industri berbasis hasil bumi lokal sebagai kekuatan untuk mensejahterahkan masyarakat.

Kesadaran yang harus dibebankan pada calon presiden pada pemilu 2019, adalah bagaimana menata kembali lahan pertanian menjadi lahan produktif dan lebih menggairahkan sektor pertanian melalui pemberian harapan bahwa bertani itu punya masa depan yang sangat cemerlang dimasa yang akan datang. Untuk mencapai itu menggalakkan industry tepat guna mendukung hasil bumi di perdesaan. Calon presiden harus menyadari bahwa negeri kita merupakan negeri agraris, negeri berbasis perdesaan dan didominasi jumlah penduduk mayoritas sebagai petani. Bangunlah negeri ini sebagai negeri pengekspor hasil pertanian dan bukan mengubah menjadi sektor industri raksasa apalagi milik orang asing. Itulah kata penutup dari penumpang kapal roro dan kamipun mengakhiri bincang-bincang kami, karena kapal sudah mau bersandar di dermaga.

Semoga keresahan teman sepenumpang saya, dapat menjadi bahan masukan bagi calon Presiden dan Wakil Presiden RI pada pemilu 2019, dan juga dapat menjadi perenungan bagi kita semua bahwa negeri ini kita harus membangun melalui nilai-nilai nasionalisme, dan nilai-nilai kearifan lokal masyarakatnya berbasis agraris sebagai penguatan bangsa kita di masa yang akan datang dan pasti kita lebih kuat.

Dr. Suwaib Amiruddin, M.Si

Sosiolog yang Konsentrasi Pada Kajian Masyarakat Desa dan Pesisir