Presiden Mahasiswa Se-Banten Suarakan Pemilu Damai 2019

Spread the love

Tujuh.info, SERANG – Presiden Mahasiswa Se-Banten menyuarakan kepada publik “Deklarasi Damai Pemilu 2019”. Kegiatan itu tercetus dalam kegiatan Dialog Publik Suwaib Amiruddin Foundation (SAF). Dialog Publik ini merupakan kegiatan rutin dan sekaligus memperingati Hari Perdamaian Dunia yang jatuh pada tanggal 21 September 2018, digelar di Kantin belakang Kampus Untirta (Kamis, 20/9).

Hadir pada kesempatan itu sebagai narasumber Presma Untirta Muhammad Fadli, Presma UIN SMH Banten Hasbi Ashidiqi, Presma UNIBA (Universitas Bina Bangsa) Firmansyah, Presma STISIP Setia Budhi Rangkasbitung Imron Wasi, Presma IAIB (Institute Agama Islam Banten) Ali Yudin, dan Direktur Eksekutif SAF Moch. Fahmi Abduh. Hadir juga sebagai Moderator Jaka Permana selaku Direktur Rumah Buku SAF. Hadir para peserta dari perwakilan berbagai kampus di Banten.

Presma Untirta Muhammad Fadli menyerukan kepada mahasiswa untuk tidak mempercayai berita-brita yang belum pasti kebenaranya. “Kita harus menyaring brita-brita yang dianggap tidak benar, sehingga kita terhindar dari berita bohong”.

Hal senada disampaikan Presma UNIBA Firmansyah, menurutnya dalam menyikapi perhelatan pemilu 2019 masyarakat tidak boleh berpecah belah akibat berbeda pilihan dan dukungan dalam menentukan calon pemimpin bangsa. “Jangan gara-gara beda dukungan bangsa ini menjadi terpecah belah, kita harus bersatu” seru Firman.

Berbeda dengan Presma UIN SMH Banten Hasbi Ashidiqi, ia menilai sikap mahasiswa di Banten penting untuk dijaga independensinya dalam politik. Menurutnya mahasiswa tidak hanya berfokus pada pemilihan presiden, tetapi penting juga memperhatikan para calon legislatif yang akan duduk sebagai wakil rakyat.

Peresma STISIP Setia Budhi Rangkasbitung Imron Wasi juga mengingatkan kepada mahasiswa agar terus mengawal hak-hak politik warga negara. “Mahasiwa juga harus memastikan hak politik warga negara terpenuhi, seperti contoh warga negara harus tercantum dalam daftar pemilih oleh KPU” tegasnya.

Presma Institute Agama Islam Banten (IAIB) Ali Yudin, juga menegaskan bahwa mahasiswa harus bersatu memerangi politik adu domba dari pihak-pihak yang akan memecah belah bangsa. “Kita jangan bercerai berai gara-gara pemilu” ujarnya.

Direktur Eksekutif SAF Moch. Fahmi Abduh mengatakan bahwa kegiatan Dialog Publik SAF merupakan wadah untuk mendorong pendidikan politik agar masyarakat semakin cerdas dalam menyikapi persoalan bangsa. Pada kesempatan itu, ia menilai mahasiswa harus objektif dalam menilai informasi yang berkembang.

“Dialog ini rutin kita lakukan guna mewadahi ide – ide mahasiswa dan para cendikiawan yang bertujuan membangun bangsa. Sehingga pada keempatan ini mahasiswa cerdas dalam menilai infromasi yang betebaran baik di media mainstream dan media sosial” tegas Wapresma Untirta Tahun 2016 ini. (Khaerul Anam-SAF).