Rumah Buku SAF Gelar Gerakan Literasi Keliling (Geling) Serentak di Pandeglang dan Serang

Spread the love

PANDEGLANG–SERANG — Semangat membangun budaya literasi di tengah masyarakat terus digelorakan Rumah Buku Suwaib Amiruddin Foundation (SAF) melalui program Gerakan Literasi Keliling (Geling). Pada Selasa (21/7/2026), kegiatan literasi tersebut dilaksanakan secara serentak di dua wilayah, yakni Desa Ganggaeng, Kecamatan Picung, Kabupaten Pandeglang, dan Desa Binuang, Kecamatan Binuang, Kabupaten Serang.

Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Rumah Buku SAF, Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Aisyiyah Banten, dan Perpustakaan Daerah (Perpusda) Kabupaten Pandeglang, dengan melibatkan mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) yang tengah melaksanakan program pengabdian di masing-masing desa.

Di Desa Ganggaeng, Kecamatan Picung, Kabupaten Pandeglang, Gerakan Literasi Keliling dilaksanakan melalui kolaborasi bersama KKM Literasi Kelompok 8 Desa Ganggaeng Untirta. Sementara di Desa Binuang, Kecamatan Binuang, Kabupaten Serang, kegiatan digelar bersama KKM Literasi Kelompok 55 Desa Binuang Untirta.

Pelaksanaan kegiatan di kedua wilayah tersebut turut didukung dengan penggunaan Mobil Literasi Keliling TBM Aisyiyah Banten. Mobil yang membawa beragam koleksi bahan bacaan tersebut menjadi sarana untuk mendekatkan akses buku kepada masyarakat, khususnya anak-anak di wilayah pedesaan.

Kehadiran mobil literasi mendapat sambutan antusias dari anak-anak. Mereka tampak bersemangat memilih dan membaca berbagai koleksi buku yang tersedia. Kegiatan juga menjadi ruang interaksi edukatif yang menggabungkan aktivitas membaca dengan suasana belajar yang menyenangkan.

Direktur Rumah Buku SAF, Aji Sahyudi, S.A.P., mengatakan bahwa pelaksanaan Gerakan Literasi Keliling secara serentak di dua wilayah menjadi bukti bahwa gerakan literasi dapat dibangun melalui kolaborasi berbagai pihak.

“Gerakan Literasi Keliling ini kami hadirkan sebagai upaya untuk mendekatkan buku dan pengetahuan kepada masyarakat. Kami percaya bahwa akses terhadap bahan bacaan harus semakin mudah dijangkau, termasuk oleh anak-anak yang berada di wilayah pedesaan. Karena itu, kolaborasi menjadi sangat penting. Hari ini kita bergerak bersama di Pandeglang dan Kabupaten Serang, melibatkan komunitas literasi, perpustakaan, mahasiswa, dan masyarakat,” ujar Aji.

Menurutnya, gerakan literasi tidak cukup hanya dengan menyediakan buku, tetapi juga perlu menciptakan ruang interaksi yang membuat masyarakat, terutama anak-anak, merasa dekat dengan aktivitas membaca.

“Kami ingin literasi menjadi sebuah gerakan yang hidup di tengah masyarakat. Anak-anak tidak hanya datang untuk membaca, tetapi juga merasakan bahwa buku adalah bagian dari kehidupan mereka. Harapannya, kegiatan seperti ini dapat menjadi pemantik lahirnya kebiasaan membaca yang berkelanjutan,” tambahnya.

Sementara itu, Ibu Iroh, perwakilan TBM Aisyiyah Banten, menyampaikan bahwa penggunaan Mobil Literasi Keliling menjadi salah satu upaya untuk memperluas jangkauan layanan literasi kepada masyarakat.

“Kami sangat mengapresiasi kolaborasi ini. Mobil Literasi Keliling kami harapkan dapat menjadi jembatan untuk membawa buku lebih dekat kepada masyarakat. Banyak anak-anak yang sebenarnya memiliki minat membaca, tetapi belum tentu memiliki akses terhadap bahan bacaan yang memadai. Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin hadir langsung di tengah masyarakat dan menjangkau lebih banyak wilayah,” ungkap Ibu Iroh.

Ia berharap sinergi antara komunitas literasi, perpustakaan, mahasiswa, dan masyarakat dapat terus dikembangkan sehingga gerakan literasi di Banten semakin luas dan berkelanjutan.

Dari Desa Binuang, Feby, Ketua KKM Literasi Untirta Kelompok 55 Desa Binuang, mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, kehadiran Mobil Literasi Keliling memberikan pengalaman baru bagi anak-anak di Desa Binuang.

“Kami sangat senang dapat berkolaborasi dalam kegiatan ini. Anak-anak terlihat antusias ketika melihat mobil literasi dan memilih buku yang ingin mereka baca. Bagi kami, kegiatan ini bukan hanya bagian dari program KKM, tetapi juga menjadi kesempatan untuk ikut berkontribusi dalam membangun budaya literasi di Desa Binuang,” kata Feby.

Ia berharap kegiatan literasi dapat terus dilaksanakan secara rutin dengan melibatkan lebih banyak elemen masyarakat.

Sementara itu, Siti Rukoyah, perwakilan KKM Literasi Untirta Kelompok 8 Desa Ganggaeng, Kabupaten Pandeglang, mengatakan kegiatan Gerakan Literasi Keliling menjadi momentum penting untuk menumbuhkan minat baca anak-anak di wilayah tersebut.

“Kami melihat antusiasme anak-anak sangat luar biasa. Mereka terlihat senang ketika bisa memilih buku dan membaca bersama. Kegiatan ini menjadi pengalaman yang sangat positif bagi kami sebagai mahasiswa, karena dapat berinteraksi langsung dengan masyarakat sekaligus ikut mendorong budaya membaca di Desa Ganggaeng,” ujar Siti.

Menurutnya, keberadaan kegiatan literasi di tengah masyarakat dapat menjadi langkah awal untuk menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuhnya kebiasaan membaca sejak usia dini.

Antusiasme terhadap kegiatan tersebut juga disampaikan Riyan Ardana dan Safruddin, perwakilan masyarakat dari Forum Mahasiswa Binuang. Mereka menilai kegiatan Gerakan Literasi Keliling seperti ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Binuang, khususnya anak-anak.

“Kami menyambut baik kegiatan ini karena memberikan ruang edukasi yang positif bagi anak-anak di Desa Binuang. Kehadiran Mobil Literasi Keliling tentu menjadi daya tarik tersendiri. Namun yang lebih penting, kegiatan ini dapat menanamkan kebiasaan membaca dan semangat belajar kepada generasi muda,” Ungkap Riyan.

Mereka berharap kolaborasi semacam ini dapat terus dilakukan dan tidak berhenti pada satu kegiatan.

“Literasi adalah tanggung jawab bersama. Karena itu, kami berharap semakin banyak pihak yang terlibat dalam menghadirkan kegiatan-kegiatan edukatif di desa. Semoga kegiatan seperti ini bisa menjadi agenda yang berkelanjutan,” tambah Safruddin.

Pelaksanaan Gerakan Literasi Keliling secara serentak di Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Serang menjadi gambaran bahwa upaya membangun budaya literasi membutuhkan sinergi lintas sektor. Kolaborasi antara Rumah Buku SAF, TBM Aisyiyah Banten, Perpusda Kabupaten Pandeglang, mahasiswa KKM Untirta, dan forum masyarakat seperti FMB menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk memperluas akses masyarakat terhadap buku dan ruang belajar.

Melalui program Gerakan Literasi Keliling, Rumah Buku SAF berkomitmen untuk terus memperkuat ekosistem literasi di Banten dengan menghadirkan kegiatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Tidak hanya membawa buku, gerakan ini juga diharapkan mampu membawa semangat belajar, membuka akses pengetahuan, serta menumbuhkan generasi yang gemar membaca dan memiliki kesadaran untuk terus belajar.