Pemilihan umum kepala daerah (Pemilukada) secara langsung merupakan salah satu momentum yang terbaik untuk menentukan pemimpin yang terbaik di daerah. Sehingga sewajarnya kalau masyarakat didaerah mempertimbangkan secara matang siapa yang akan memimpin daerah lima tahun ke depan.
Dengan adanya prinsip kehati-hatian, maka masyarakat akan dapat menghasilkan pemimpin pilihan rakyat secara demokratis yang lebih baik dan dapat mengedepankan kepentingan rakyat. Tentunya pemimpin yang hanya mengedepankan kepentingan pribadi dan golongan, tidak seharusnya dipilih oleh rakyat di daerah.
Memilih dan menentukan pemimpin yang terbaik, tentunya “gampang-gampang susah” karena terkait beberapa hal dan juga kriteria yang menjadi prioritas. Tetapi ada satu hal yang perlu diperhatiakn dalam menentukan kepala daerah, yakni komitmen terhadap pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat. disamping itu pula, perlu pula mempertimbangkan ketulusan dan keihlasan calon kepala daerah. Kepala daerah yang memimpin dengan tulus, maka bekerja tanpa pamrih dan tidak mengharapkan imbalan sama sekali. Sedangkan bekerja ihlas, tentunya kepala daerah bekerja dengan mementingkan kepentingan masyarakat dibandingkan dengan pribadi dan kelompoknya.
Munculnya beberapa kandidat atau calon kepala daerah pada setiap menjelang pertarungan pemilukada tentunya merupakan suatu proses demokratisasi yang semakin terbuka lebar. Kondisi itu, telah mengantarkan kita bahwa dengan melalui pemilihan kepala daerah secara langsung, hak penentuan kepala daerah sepenuhnya ada ditangan rakyat. Sehingga tidak ada alasan lagi intervensi dan bahkan “mendoktrin” masyarakat dalam menentukan calon secara tunggal. Imbas pemilihan kepala daerah secara langsung, telah mem-berikan pula hak-hak rakyat dalam menentukan kepala daerah secara langsung dan memilih yang terbaik berdasarkan hati nurani rakyat di daerah.
Melalui pemilihan kepala daerah, tentunya bukan hanya menghasilkan pemimpin di daerah, namun lebih dari itu momentum pemilukada dapat pula memberikan kesejahteraan masyarakat di daerah. Momentum pemilihan kepala daerah merupakan salah satu kesempatan untuk mewujudkan daerah lebih sejahterah, dengan memilih kepala daerah yang sesuai dengan komitmen membangun daerah secara bersama-sama. Dan jangan sampai momentum pemilihan kepala daerah, hanya dijadikan sebagai wadah untuk mencapai kepentingan sesaat oleh golongan tertentu.
Pemilihan kepala daerah akan lebih bermakna, apabila calon kepala daerah dan masyarakat memiliki kesamaan visi untuk memajukan daerah. Komitmen antara calon kepala daerah dan masyarakat, sebenarnya dapat bertemu dalam satu konsep apabila dibangun saling kepercayaan dan mengedepankan konsep kebersamaan dalam membangun daerah. Kemajuan daerah sebenarnya, dapat ditentukan sepenuhnya oleh pemimpin yang memiliki kemampuan manajemen memetakan segala potensi daerah. Pemetaan potensi daerah, sebenarnya tidak sulit apabila sudah tertuang dalam visi dan misi calon kepala daerah tentang skala prioritas pembangunan.
Suwaib Amiruddin
Dosen Sosiologi Fisip Untirta dan Program pascasarjana untirta
Sumber:http://www.radarbanten.com/newversion/opini/2884-pemilukada-untuk-pemberdayaan-lokal.html