Keberpihakan Politik Nelayan

Spread the love

Nelayan merupakan komunitas yang dianggap sangat terpinggirkan dari berbagai akases baik secara ekonomi maupun kebijakan. Keterpinggiran itulah, menyebabkan nelayan selalu menghadapi kondisi yang tidak menentu dari segi keberdayaan baik secara sosial maupun ekonomi. Nelayan seolah-olah dianggap warga negara yang berada pada kelas sosial yang tidak membutuhkan perhatian. Karena tidak mendapatkan perhatian itulah, maka nelayan hanya selalu bergantung pada nasib musiman.

Ketidakmampuan atas akses kebijakan itulah, maka nelayan selalu dikait-kaitkan dengan musim (timur dan barat). Persoalan berikutnya, apabila nelayan menghadapi kondisi musim penghujan dan angin kencang, maka tidak bisa melaut. Situasi itu seolah-olah hanya ditanggung oleh nelayan itu sendiri dan tidak pernah dipikirkan bagaimana solusi alternaif apabila nelayan tidak dapat melaut.

Beban berat yang ditanggung oleh nelayan, sebenarnya bukanlah hal yang hanya terjadi pada situasi saat ini, akan tetapi akan berlanjut situasinya dimasa yang akan datang. Sebuah komunitas yang terhalang oleh situasi musim, tentu perlu dipikirkan sebagai jalan keluarnya. Kalau menurut saya jalan keluar yang terbaik adalah menyiapkan anggaran khusus untuk modal pembelian perahu yang berukuran lebih besar. Selain itu perlu dipikirkan bagaimana nelayan memiliki alat tangkap yang lebih baik dan ramah lingkungan.

Nelayan sebagai komunitas yang memiliki sumbangsih terhadap kemajuan negeri ini, tentu perlu diberikan penguatan kebijakan akses baik ekonomi maupun kebijakan publik. Nelayan selama ini sebagai komunitas yang produktif, belum terhubung secara langsung dengan sektor perbankan. Kondisi itu terjadi, karena nelayan dianggap tidak memiliki asset garansi yang dapat dijadikan agunang produktif bagi sektor keuangan.

Pertanyaanya apakah hal itu tidak dapat disiasati dan dicarikan solusi agar nelayan lebih produktif apabila dapat membeli perahu dan teknologi alat tangkap yang canggih dan ramah lingkungan. Secara kebijakan politik, nelayan selama ini dianggap komunitas yang lemah, namun mengapa tidak diberikan penguatan oleh pemerintah. Kelamahan yang dimiliki oleh nelayan, sebaiknya harus dianalisis lalu diberikan solusi alternatif bagi nelayan untuk lebih berdaya.

Pemerintah saat ini sudah mendukung program nelayan melalui pemberian berbagai subsidi, misalnya bahan bakar minyak khusu untuk nelayan. Terebosan pemerintah itu, sebenarnya sudah dapat meringankan beban nelayan dari segi akses bahan bakar minyak. Namun nelayan saat ini masih dikeluhkan terkait fasilitas sarana dan prasarana yang dimiliki. Selain itu nelayan juga memiliki kendala dari segi aspek akses wilayah tangkapan dengan berdirinya berbagai industri dan eksploitasi laut dan pesisir yang mengakibatkan nelayan semakin terpinggirkan. Kalau demikian nelayan membutuhkan penguatan politik dari pengambil kebijakan, semoga nelayan kita menjadi komunitas yang kuat dan tangguh untuk membangun negeri ini.

Suwaib Amiruddin

Sosiolog dan Ketua Stisip setia Budhi Rangkasbitung- Banten