Serang – Kepedulian terhadap lingkungan tidak cukup diwujudkan melalui wacana dan kampanye semata. Dibutuhkan aksi nyata yang melibatkan berbagai elemen masyarakat untuk menjaga kelestarian alam dan menciptakan lingkungan yang sehat bagi generasi mendatang. Berangkat dari semangat tersebut, Rumah Buku SAF (Suwaib Amiruddin Foundation) bersama Kwarda Banten menginisiasi kegiatan Gerakan Banten Menanam dengan tema “Indonesia ASRI, Kampungku Sehat” yang dilaksanakan di Kelurahan Banten, Kecamatan Kasemen, Kota Serang.
Kegiatan ini menjadi wadah kolaborasi berbagai organisasi mahasiswa, komunitas sosial, organisasi kepemudaan, perguruan tinggi, serta instansi yang memiliki kepedulian terhadap pelestarian lingkungan. Melalui gerakan ini, para peserta diajak untuk terlibat langsung dalam aksi penghijauan sebagai bentuk kontribusi nyata bagi masyarakat dan lingkungan.
Program Gerakan Banten Menanam mendapat dukungan dari berbagai pihak Pemerintah Provinsi Banten, termasuk Gubernur Banten Andra Soni melalui bantuan bibit tanaman. Dukungan tersebut diwujudkan melalui pemberian berbagai jenis pohon seperti albasia, mahoni, dan jati, serta sejumlah pohon buah-buahan yang turut ditanam dalam kegiatan tersebut.
Muhamad Suhada, selaku Direktur Eksekutif SAF, menyampaikan bahwa Gerakan Banten Menanam merupakan bagian dari komitmen SAF dalam membangun kesadaran sosial dan lingkungan di tengah masyarakat.
“Kami meyakini bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, SAF bersama Kuarda Banten berupaya mengajak berbagai organisasi, komunitas, perguruan tinggi, dan instansi untuk bersatu dalam gerakan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Pohon yang ditanam hari ini bukan hanya untuk kita, tetapi juga untuk generasi yang akan datang,” ujarnya.
Menurut Suhada, kolaborasi menjadi kunci utama dalam menyelesaikan berbagai persoalan lingkungan. Oleh sebab itu, kegiatan ini sengaja dirancang untuk mempertemukan berbagai elemen masyarakat dalam satu gerakan bersama yang memiliki tujuan yang sama, yaitu menciptakan lingkungan yang lebih hijau, sehat, dan berkelanjutan.
Selain melakukan penanaman pohon, kegiatan ini juga menjadi ruang silaturahmi dan penguatan jejaring antarlembaga yang selama ini bergerak di bidang pendidikan, sosial, kemanusiaan, lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat. Kehadiran berbagai organisasi dan institusi menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat menjadi titik temu untuk membangun kerja sama yang lebih luas.
Bibit pohon yang ditanam dipilih berdasarkan manfaat ekologis dan keberlanjutannya. Pohon albasia, mahoni, dan jati diharapkan mampu memberikan kontribusi dalam menjaga kualitas udara, memperkuat kawasan hijau, serta menjadi investasi lingkungan jangka panjang. Sementara itu, penanaman pohon buah-buahan diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat sekitar di masa mendatang.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Mahasiswa, aktivis organisasi, komunitas sosial, dan masyarakat setempat bergotong royong melakukan penanaman pohon di sejumlah titik yang telah ditentukan. Semangat kebersamaan yang terbangun menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap lingkungan masih hidup dan terus berkembang di kalangan masyarakat Banten.
Melalui Gerakan Banten Menanam, SAF dan Kuarda Banten berharap dapat menumbuhkan budaya cinta lingkungan yang berkelanjutan. Gerakan ini juga diharapkan menjadi inspirasi bagi berbagai pihak untuk melakukan langkah-langkah sederhana namun berdampak besar dalam menjaga kelestarian alam.
“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti pada hari ini saja. Ke depan, semoga semakin banyak pihak yang terlibat sehingga gerakan penghijauan dapat terus berkembang dan menjadi budaya bersama di tengah masyarakat Banten,” tutup Suhada.
Dengan semangat kolaborasi, gotong royong, dan kepedulian terhadap lingkungan, Gerakan Banten Menanam diharapkan menjadi langkah nyata dalam mewujudkan Banten yang lebih hijau, asri, sehat, dan berkelanjutan untuk generasi masa depan.