Serang – Rumah Buku SAF (Suwaib Amiruddin Foundation) menerima kunjungan audiensi dari PRISMA Universitas Banten Jaya (UNBAJA) dalam rangka menjalin silaturahmi sekaligus membangun kolaborasi dalam bidang literasi, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Pertemuan yang berlangsung di Sekretariat Rumah Buku SAF tersebut dihadiri oleh perwakilan PRISMA UNBAJA yang dipimpin oleh Mukhlas, serta pengurus Rumah Buku SAF yang diwakili oleh Aji Sahyudi selaku Direktur Rumah Buku SAF dan Yusril Hanjani selaku Direktur Program Rumah Buku SAF.
Audiensi berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat kolaborasi. Kedua lembaga saling memperkenalkan program yang telah dijalankan serta mendiskusikan berbagai peluang kerja sama yang dapat memberikan manfaat bagi mahasiswa dan masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan.
Yusril Hanjani menyampaikan bahwa Rumah Buku SAF selalu terbuka terhadap kolaborasi dengan berbagai komunitas dan organisasi mahasiswa yang memiliki perhatian terhadap pendidikan, literasi, dan pemberdayaan masyarakat.
“Kami percaya bahwa perubahan yang besar lahir dari semangat gotong royong dan kolaborasi. Karena itu, Rumah Buku SAF menyambut baik kehadiran teman-teman PRISMA UNBAJA untuk bersama-sama membangun gerakan yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Yusril.
Dalam sesi diskusi, Mukhlis selaku perwakilan PRISMA UNBAJA menyampaikan bahwa organisasinya memiliki ketertarikan yang besar terhadap bidang penelitian dan riset. Menurutnya, mahasiswa perlu memiliki ruang belajar yang mampu meningkatkan kapasitas riset sehingga dapat menghasilkan karya ilmiah yang bermanfaat bagi masyarakat.
Menanggapi hal tersebut, Rumah Buku SAF menginisiasi sebuah gagasan untuk membangun wadah kolaborasi riset yang melibatkan organisasi mahasiswa dan komunitas penelitian dari berbagai perguruan tinggi di Banten.
“Kami melihat banyak kampus yang memiliki unit kegiatan mahasiswa atau organisasi yang bergerak di bidang penelitian dan penalaran. Karena itu, kami mengusulkan agar ke depan dibentuk sebuah forum bersama yang mempertemukan organisasi-organisasi tersebut untuk belajar, berdiskusi, dan berkolaborasi dalam menghasilkan penelitian yang bermanfaat bagi masyarakat dan pembangunan daerah,” kata Yusril.
Gagasan tersebut mendapat sambutan positif dari PRISMA UNBAJA. Forum kolaborasi riset yang direncanakan diharapkan dapat menjadi ruang untuk memperkuat budaya penelitian di kalangan mahasiswa, meningkatkan kapasitas anggota organisasi, serta mendorong lahirnya penelitian-penelitian kolaboratif lintas kampus.
Selain membahas pengembangan riset, kedua pihak juga mendiskusikan kemungkinan kerja sama dalam berbagai kegiatan literasi, pelatihan, diskusi ilmiah, dan pengabdian kepada masyarakat desa. Kesamaan visi dalam bidang pendidikan dan pemberdayaan masyarakat menjadi fondasi kuat bagi terjalinnya kerja sama yang berkelanjutan.
Aji Sahyudi, selaku Direktur Rumah Buku SAF, menegaskan bahwa kolaborasi merupakan salah satu cara untuk memperluas dampak program yang dijalankan oleh masing-masing lembaga.
“Kami ingin Rumah Buku SAF tidak hanya menjadi ruang belajar bagi anggotanya, tetapi juga menjadi jembatan yang mempertemukan berbagai komunitas, organisasi mahasiswa, dan masyarakat untuk bersama-sama tumbuh dan memberikan manfaat yang lebih luas,” ungkapnya.
Melalui audiensi ini, Rumah Buku SAF dan PRISMA UNBAJA berharap dapat membangun sinergi yang berkelanjutan dalam bidang literasi, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Kedua lembaga juga berkomitmen untuk terus memperkuat jejaring kolaborasi demi menciptakan generasi muda yang kritis, inovatif, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan.