RELIQ Kunjungi Rumah Buku SAF, Bahas Sinergi Gerakan Literasi dan Pemberdayaan Masyarakat

Spread the love

Serang – Rumah Buku SAF (Suwaib Amiruddin Foundation) menerima kunjungan dan audiensi dari Rumah Edukasi dan Literasi Al-Qur’an (RELIQ) dalam rangka mempererat silaturahmi sekaligus membangun kolaborasi untuk pengembangan literasi dan pendidikan masyarakat, khususnya bagi anak-anak desa.

Audiensi yang berlangsung di Sekretariat Rumah Buku SAF tersebut dihadiri oleh Muflihin yang mewakili RELIQ. Sementara dari Rumah Buku SAF hadir Aji Sahyudi selaku Direktur Rumah Buku SAF dan Yusril Hanjani selaku Direktur Program SAF.

Dalam pertemuan tersebut, kedua lembaga membahas berbagai peluang kerja sama yang dapat dilakukan secara bersama, mulai dari program literasi, pengembangan komunitas belajar, pemberdayaan pemuda, hingga kegiatan sosial yang berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia di masyarakat.

Yusril Hanjani menyampaikan bahwa kunjungan tersebut menjadi langkah awal yang baik dalam membangun sinergi antar komunitas yang memiliki perhatian terhadap dunia pendidikan dan literasi.

“Kami sangat mengapresiasi kunjungan dari teman-teman RELIQ. Pertemuan ini menjadi ruang untuk saling bertukar gagasan dan pengalaman dalam mengembangkan gerakan literasi. Kami percaya bahwa perubahan besar lahir dari kolaborasi yang kuat dan semangat yang sama untuk mengabdi kepada masyarakat,” ujar Yusril.

Menurutnya, tantangan literasi di tengah masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan, membutuhkan keterlibatan banyak pihak agar program-program yang dijalankan dapat menjangkau lebih banyak penerima manfaat.

Sementara itu, Aji Sahyudi selaku Direktur Rumah Buku SAF menegaskan bahwa Rumah Buku SAF selalu terbuka untuk berkolaborasi dengan berbagai komunitas dan lembaga yang memiliki visi serupa dalam bidang pendidikan dan pemberdayaan masyarakat.

“Rumah Buku SAF dibangun atas semangat berbagi ilmu dan menciptakan ruang belajar bagi masyarakat. Karena itu, kami menyambut baik setiap upaya kolaborasi yang bertujuan memberikan manfaat yang lebih luas bagi generasi muda dan masyarakat,” ungkapnya.

Perwakilan RELIQ, Muflihin, menyampaikan bahwa pihaknya melihat banyak kesamaan visi antara RELIQ dan Rumah Buku SAF, terutama dalam upaya meningkatkan budaya literasi dan membangun kesadaran pendidikan di tengah masyarakat.

“Kami berharap pertemuan ini menjadi awal dari kerja sama yang berkelanjutan. Dengan menyatukan potensi dan pengalaman yang dimiliki masing-masing lembaga, kami optimistis dapat menghadirkan program-program yang lebih berdampak bagi masyarakat, khususnya anak-anak dan pemuda di desa,” tuturnya.

Audiensi berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Selain membahas program yang telah berjalan, kedua lembaga juga sepakat untuk terus menjalin komunikasi guna merancang berbagai kegiatan kolaboratif di masa mendatang.

Melalui pertemuan ini, Rumah Buku SAF dan RELIQ berharap dapat bersama-sama memperkuat gerakan literasi, memperluas akses pembelajaran masyarakat, serta menghadirkan ruang-ruang pendidikan yang mampu melahirkan generasi muda yang cerdas, kritis, dan berdaya guna bagi lingkungan sekitarnya.