Maraknya issu perilaku politisi yang tidak mengedepankan nilai-nilai kesantunan, kesopanan dan etika dalam menjalankan aksi kepentingannya, melahirkan berbagai polemik dari berbagai pihak. Situasi itulah, masyarakat memebrikan kecaman dan pendapat, bahwa betapa politisi tidak memiliki rambu-rambu dalam mencapai keinginannya. Kecaman negatif bagi politisi dari berbagai kalangan, bisa menjadi ujaran, motovasi memperbaiki diri dalam berpolitik.
Politik dianggap kotor, tidak berpihak dan bahkan hanya sekedar untuk mengejar kepentingan sesaat. Itukah wajah politik negeri ini saat ini?. Adapula berpandangan bahwa politik sebagai sisitem sudah ideal, namun yang kurang menjalankan aksi politik sebagai sistem itulah yang bermasalah. Politisi sebagai orang yang menjalankan taktik dan praktek politik, sebenarnya menjadi sorotan publik saat ini. Politisi seakan-akan tidak memiliki hati nurani, tidak memiliki keberpihakan pada kepentingan umum dan bahkan membiarkan terjadinya kesenjangan kehidupan sosial dan ekonomi di negeri ini.
Perilaku politisi yang tidak berpihak itulah, sebenarnya menjadi kegelisahan masyarakat saat ini. Arah dan tujuan serta program kerja politisi tidak tersistematis, dan seakan-akan hanya sibuk untuk memperbincangkan akan kepentingan kelompok dan golongannya. Politisi yang hanya sibuk dengan kepentingan itu, membuat masyarakat seakan-akan acuh tidak acuh dengan kondisi politik negeri ini. Masyarakat merasa tidak mendapatkan pengayoman akan kepentingannya, dan elit politik juga akan sibuk melakukan pendekatan, apabila menjelang perhelatan politik.
Politisi di negeri ini seolah-olah tidak pernah ketemu antara keinginan masyarakat dan kepentingan para politisi. Mungkin kalau memberikan istilah bahwa politisi dan masyarakat akan bersahabat apabila politisi mencari dukungan, namun apabila dukungan itu sudah diperoleh, maka politisi menganggap sudah berakhir hubungannya dengan masyarakat. Kalau itu terjadi, maka betapa tidak adanya sinkroniasai antara keinginan masyarakat dan kepentingan politisi.
Politisi yang memandang kebutuhan masyarakat adalah tujuannya, maka itulah yang perlu diberikan apresiasi. Bangsa dan negeri kita, saat ini, membutuhkan kehadiran elit politik dan politisi dalam mendudukkan nilai lokal dan integritas kebangsaan. Negeri kita saat ini membutuhkan politisi yang dapat mengetahui kebutuhan masyarakat dan meminimalisasi kesenjangan kehidupan masyarakat. Kalau itu dapat dilakukan oleh politisi, maka situasi politik di negeri ini akan melahirkan dan menghadirkan politisi yang menjunjung tinggi nilai-nilai keberpihakan pada masyarakat dan mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan.
Suwaib Amiruddin
Sosiolog dan Ketua STISIP Setia Budhi Rangkasbitung