Pembangunan Berkelanjutan Butuh Nilai Lokal Bukan Politis

Spread the love

Rangkasbitung, 20/12. Kegiatan Conference Nasional Baduy I yang diselenggarakan di Auditorium STISIP Setia Budhi Rangkasbitung 20 Desember 2017 mengangkat tema Penataan Kawasan Adat Dalam Mendukung Pembangunan Berkelanjutan, diapresiasi positif oleh Ketua STISIP Setia Budhi Rangkasbitung Dr. Suwaib Amiruddin, M.Si “kegiatan ini merupakan kegiatan ilmiah yang mengumpulkan peneliti untuk berbicara terkait pembangunan berkelanjutan melalui dukungan nilai-nilai lokal”. Bebernya

Suwaib berpandangan bahwa kondisi ini sangat urgen dan penting untuk membicarakan pembangunan yang mengedepankan konsep keseimbangan, “untuk itu perlu dibicarakan satu meja dari berbagai bidang ilmu. “Pembangunan itu khan dilakukan dari berbagai sektor, sehingga perlu juga dihadirkan berbagai kajian keilmuan yang berbeda-beda”. Harapnya.

Lebih lanjut Suwaib menegaskan bahwa “pembangunan tidak akan mengalami keseimbangan untuk masa depan dan tidak dinikmati oleh generasi muda, apabila hanya satu pihak yang membicarakannya, maka akan menimbulkan salah tafsir dan lebih bersifat elitis”.  Pembangunan milik manusia dan masyarakat yang berdomisili di sekitarnya, maka dibutuhkan melibatkan masyarakat dalam membicarakan termasuk kalangan kampus” . Tegasnya

Melalui kegiatan Conference Nasional baduy yang mengusung nilai-nilai lokal dalam membangun, harus menjadi perhatian bagi pemerintah pusat dan terlebih lagi bagi pemerintah daerah, semoga kegiatan ini dapat memberikan masukan untuk kita semua” . Pesannya.

Kegiatan Conference Nasional Baduy I terselenggara atas kerjasama Pemerintah Daerah kabupaten Lebak, Badan eksekutif Mahasiswa STISIP Setia Budhi Rangkasbitung, dan Rumah Buku Suwaib Amiruddin Foundation (SAF). Kegiatan ini menurut panitia pelaksana Widi januardi Gofur, M.Si sekaligus Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STISIP Setia Budhi menyampaikan bahwa kegiatan ini akan dihadiri sekitar 30 peneliti yang sudah Konfirmasi kehadirannya untuk menyampaikan hasil penelitian . (Humas SAF/Yugni)