Lorong Perubahan

lorong perubahan
Spread the love

Aktivitaspun terhenti memberikan waktu untuk mengaca diri, baikkah kita hari ini?. Pengabdian bukanlah perkara yang mudah namun siapapun dapat melakukannya dengan tulus dan ikhlas dengan berbagai resiko yang siap ditanggung. Kerena sebagai makhluk sosial setiap diri dituntut selalu menjaga satu sama lainnya sehingga dari hal itulah menimbulkan interaksi, cara ini adalah bagian dari implementasi hakikat manusiawi. Setiap jiwa mungkin pernah kecewa, sakit hati, benci bahkan iri hati sehingga saling memusuhi. Tapi hal itu merupakan hasrat nafsu belaka, kendalikan hasrat itu hingga nilai-nilai sosial kebersamaan tidak menjadi usang. Sisihkan kepentingan-kepentingan duniawi yang berpotensi merusak tatanan kebersamaan. Biarlah hari ini menjadi saksi bahwa kita masih setia berjanji untuk senantiasa berkreasi dan mengabdi pada bumi pertiwi. Biarlah orang mau menilai apa, pengabdian tak ada batasnya.

Setiap diri pasti mengenal pengabdian namun tak sedikit orang menghiraukan. Sehingga ini merupakan pekerjaan rumah bagi para cendikiawan untuk senantiasa memberikan pengertian melalui pendidikan agar semua mengetahui bahwa pengabdian bukanlah hal yang mengerikan bahkan menjijikan sehingga dijauhi oleh setiap orang. Bukankah tuhan menciptakan setiap insan tidaklain untuk mengabdi sepenuh hati pada Illahi? Hal ini tentu pertanyaan yang tidak harus dijawab, tapi harus dipikirkan melalui akal dan nurani yang sehat. Sehingga menimbulkan sebuah aksi yang bermanfaat. Terutama bagi para kaum terdidik seperti pelajar dan Mahasiswa. Sejatinya mahasiswa merupakan benih suatu bangsa yang akan mengisi kemerdekaan indonesia. Digenggaman merekalah arah tujuan bangsa, hal ini sejalan dengan peran dan fungsi mahasiswa sebagai agent of change, agent of control dan iron stock. Sehingga bukti sejarah telah mencatat beberapa peristiwa tentang bagaimana pergerakan-pergerakan pada setiap fase kehidupan bagsa indonesia yang mewarnai perjuangan kemerdekaan indonesia bahkan mengisi kemerdekaan indonesia. Sebagai contoh peristiwa pada masa pemerintahan orde lama, kemudian pada tahun 1998 masa orde baru dalam sejarah indonesia telah mencatat bahwa aksi heroik perjuangan mahasiswa melawan rezim orba membawa pengaruh yang sangat besar dalam merubah sitem pemerintahan bangsa sehingga sampai saat ini hasil perjuangannya masih dapat dirasakan oleh rakyat indonesia. Maka berangkat dari beberapa peristiwa itu jelaslah bahwa peran dan fungsi mahasiswa dalam perubahan perlu diakui keberhasilannya bahkan seringkali kita mendengar orang bijak mengatakan bahwa “Pemuda hari ini adalah pemimpin untuk hari esok” lantas wajar sekali jika mahasiswa di nobatkan seagai iron stock dan agen perubahan.

Namun meski demkian mahasiswa takan pernah membawa perubahan yang nyata tanpa mempunyai wawasan keilmuan yang luas sebagai modal perubahannya, karena itu untuk menambah wawasan pengetahuan mahasiwa harus aktif dalam melakukan diskusi sebagai rutinitas kesehariannya. Sebab melalui cara demikinlah mereka akan peka terhadap lingkungan sekitrnya bahkan selalu menggali isu-isu terbaru sebagai modal pemecahan masalah. Meski pada kenyataanya bahwa mereka tak perlu menggunakan biaya berjuta-juta bahkan triliunan rupiah yang semuanya hasil dari patungan rakyat seperti halnya para pejabat, meraka hanya bermodalkan secangkir kopi ditemani isu hangat untuk mengisi kekosongan pikirannya, mereka cukup menggunakan lorong-lorong kampus menuju lorong kampus lainya untuk mereka gunakan sebagai tempat berfikir memikirkan segala persoalan yang terjadi hingga menimbulkan interaksi perubahan.

 

Ditulis Oleh : Asep Mukmin Muhaemin (Koordinator Relawan SAF)