Pandeglang – Kelompok 74 Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Tematik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa mengadakan workshop pemanfaatan limbah kulit rambutan menjadi teh herbal di Desa Karangsetra, Kecamatan Koroncong, Kabupaten Pandeglang, pada Senin, 27 Januari 2025 yang bertempat di salah satu rumah warga. Kegiatan ini dihadiri oleh masyarakat setempat dengan tujuan mengenalkan inovasi pengolahan kulit rambutan yang selama ini hanya menjadi limbah agar lebih bernilai guna dan memiliki potensi ekonomi.
Ketua Kelompok 74, Fransiskus, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang edukasi, tetapi juga membuka peluang usaha bagi masyarakat melalui inovasi berbasis lingkungan. “Kami berharap workshop ini membuka wawasan tentang manfaat limbah kulit rambutan yang dapat diolah menjadi teh herbal bernilai ekonomi. Jika dikelola dengan baik, produk ini bisa menjadi usaha rumahan yang menjanjikan, khususnya bagi ibu-ibu di Desa Karangsetra,” ujarnya. Ia juga menekankan pentingnya kreativitas dalam memanfaatkan sumber daya lokal agar memberikan dampak yang lebih luas.
Workshop dimulai dengan pemaparan materi yang menjelaskan latar belakang pemilihan inovasi ini, mengingat Desa Karangsetra memiliki hasil panen rambutan yang melimpah, namun pemanfaatannya masih terbatas pada konsumsi buahnya saja, sementara kulitnya dibuang. Selain itu, dijelaskan pula manfaat teh herbal kulit rambutan yang mengandung senyawa antibakteri, antioksidan, serta berkhasiat dalam meningkatkan imunitas dan menurunkan kadar kolesterol. Partisipan kemudian diperlihatkan video tahapan proses pembuatan teh herbal, mulai dari pengolahan kulit rambutan, pengeringan, hingga proses penyeduhan. Setelah sesi teori, peserta diajak untuk mempraktikkan langsung pembuatan teh herbal kulit rambutan. Workshop ini diakhiri dengan pemberian tester kepada peserta untuk mencicipi hasil teh yang telah dibuat, dilanjutkan dengan pembagian produk teh herbal kulit rambutan dan sesi foto bersama.
Salah satu partisipan, Rina (45), mengungkapkan kesan positifnya. “Terima kasih atas kesempatan belajar yang diberikan. Workshop ini sangat menambah wawasan kami, dan saya berharap ilmu ini bisa diterapkan untuk usaha rumahan sehingga bisa menjadi mata pencarian tambahan,” ujarnya. Dengan antusiasme tinggi dari peserta, workshop ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemanfaatan limbah menjadi produk bernilai guna. Selain mengurangi limbah organik, inovasi seperti ini juga berpotensi menjadi solusi ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat Desa Karangsetra.