Serang, 25 Februari 2025 – Suwaib Amiruddin Foundation (SAF) menggelar
dialog publik bertajuk “Dilema Kota Serang: Antara Pembangunan, Sampah,
dan Ancaman Banjir” guna membahas tantangan besar yang dihadapi
pemerintahan baru Kota Serang dalam menyeimbangkan pembangunan,
pengelolaan sampah, serta mitigasi banjir.
Acara ini menghadirkan narasumber dari berbagai pemangku kepentingan, antara
lain:
● Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Serang yang diwakilkan oleh
Kepala Seksi Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota
Serang (Arif Syahrul Hakim, S.Sos.)
● Wakil Ketua DPRD Kota Serang (Hasan Basri, S.Ag.)
● Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Kota Serang (Agus
S. Munandar)
● Ketua Forum Bank Sampah & TPS3R Kota Serang (Masrur, Alawi, S.E.)
Diskusi berlangsung secara dinamis dengan menyoroti tantangan utama yang
dihadapi Kota Serang, termasuk persoalan keterbatasan anggaran dalam mengatasi
masalah lingkungan dan infrastruktur, serta upaya mencari solusi terbaik untuk
pembangunan yang berkelanjutan.
Kesimpulan Dialog Publik
Dari hasil diskusi, ditemukan beberapa poin utama yang menjadi permasalahan
mendasar dalam pengelolaan lingkungan di Kota Serang:
- Sampah Masih Menjadi Masalah Serius
○ Kota Serang masih menghadapi permasalahan pengelolaan sampah
yang belum optimal akibat keterbatasan fasilitas pengolahan dan
kurangnya kesadaran masyarakat.
○ Program seperti bank sampah dan sistem daur ulang berbasis
komunitas perlu diperkuat untuk mengurangi volume sampah yang
dibuang ke TPA. - Pembangunan yang Pesat vs Tata Ruang yang Tidak Terkendali
○ Maraknya pembangunan yang tidak terkontrol dan alih fungsi lahan di
daerah resapan air memperparah risiko banjir.
○ Regulasi tata ruang harus diperketat untuk memastikan
pembangunan selaras dengan keberlanjutan lingkungan. - Drainase Buruk Memperparah Banjir
○ Sistem drainase yang tersumbat sampah dan buruknya infrastruktur
pengendalian air menjadi penyebab utama banjir di Kota Serang.
○ Perlu dilakukan normalisasi sungai dan peningkatan sistem drainase
secara menyeluruh. - Anggaran yang Terbatas Menghambat Upaya Pengelolaan Lingkungan
○ Pemerintah Kota Serang menghadapi keterbatasan anggaran dalam
menangani masalah lingkungan, termasuk pengadaan infrastruktur
pengelolaan sampah dan perbaikan drainase.
○ Perlu ada strategi alternatif seperti menggandeng sektor swasta dan
komunitas dalam upaya pengelolaan sampah dan mitigasi banjir. - Komitmen Pemerintah dan DPRD Diharapkan Lebih Konkret
○ Pemerintah dan DPRD harus lebih serius dalam menyusun kebijakan
dan mengalokasikan anggaran secara efektif untuk penanganan
lingkungan dan tata ruang.
○ Sinergi antara pemerintah, DPRD, akademisi, dan komunitas
lingkungan sangat diperlukan untuk menciptakan solusi
berkelanjutan. - Masyarakat Berperan Penting dalam Menjaga Lingkungan
○ Kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah dan
kebersihan lingkungan masih rendah.
○ Program edukasi dan kampanye lingkungan harus lebih digalakkan
untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menjaga
kebersihan dan mencegah banjir.
Rekomendasi Hasil Dialog Publik
Dari diskusi ini, disampaikan beberapa rekomendasi untuk Pemerintah Kota Serang
dan pemangku kepentingan lainnya: - Optimalisasi alokasi anggaran untuk lingkungan, dengan memastikan
prioritas utama pada pengelolaan sampah, perbaikan drainase, dan
penegakan regulasi tata ruang. - Memperketat regulasi tata ruang dan pembangunan, agar tidak merusak
keseimbangan lingkungan dan tetap memperhatikan daya dukung ekologis
Kota Serang. - Peningkatan infrastruktur drainase dan pengendalian banjir, termasuk
pembersihan rutin saluran air dan pembangunan sistem resapan air yang
lebih baik. - Mendorong kerja sama dengan sektor swasta dan komunitas, agar
keterbatasan anggaran dapat diatasi dengan investasi dari pihak ketiga dan
program berbasis masyarakat. - Meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan lingkungan,
melalui kampanye edukasi, pelibatan komunitas dalam program daur ulang,
serta pemberdayaan bank sampah.
Komitmen Bersama untuk Kota Serang yang Lebih
Bersih dan Bebas Banjir
Dialog ini menegaskan bahwa Kota Serang membutuhkan langkah konkret dalam
mengatasi tantangan lingkungan, terutama dalam keterbatasan anggaran yang
mempengaruhi efektivitas kebijakan. Dengan sinergi antara pemerintah, DPRD,
komunitas lingkungan, akademisi, serta masyarakat, diharapkan Kota Serang dapat
berkembang secara berkelanjutan tanpa mengorbankan keseimbangan ekologi dan
daya dukung lingkungan.
Acara ini menjadi momentum penting dalam mendorong kebijakan yang lebih ramah
lingkungan serta meningkatkan kesadaran publik terhadap pentingnya menjaga
kebersihan dan tata ruang perkotaan yang lebih baik