Serang, Sabtu, 6 Juni 2026 – Rumah Buku SAF Persada Banten kembali menyelenggarakan Pelatihan Basic MS Word Batch 2 sebagai bagian dari komitmennya dalam meningkatkan kapasitas literasi dan keterampilan akademik masyarakat, khususnya pelajar dan mahasiswa.
Pada pertemuan kali ini, peserta diajak untuk mengulas kembali materi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya, mengingat masih terdapat beberapa peserta yang belum sepenuhnya memahami materi maupun mulai melupakan beberapa teknik dasar dalam penggunaan Microsoft Word. Pengulangan materi ini dilakukan agar peserta memiliki pemahaman yang lebih kuat sebelum melanjutkan ke materi berikutnya.
Selain membahas kembali penggunaan Microsoft Word, peserta juga mendapatkan pelatihan mengenai Mendeley dan Zotero sebagai perangkat yang dapat membantu proses penulisan karya ilmiah. Materi meliputi cara memasukkan referensi, membuat sitasi secara otomatis, hingga menyusun daftar pustaka yang sesuai dengan kaidah akademik.
Koordinator kegiatan, Yusril Hanjani, menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari program pengembangan literasi yang diselenggarakan secara berkelanjutan oleh Rumah Buku SAF.
“Kami ingin menyediakan ruang belajar yang dapat diakses oleh siapa saja. Harapannya peserta tidak hanya mampu menggunakan Microsoft Word, tetapi juga memahami teknik penulisan ilmiah yang baik dan benar, termasuk penggunaan aplikasi manajemen referensi yang saat ini menjadi kebutuhan akademik,” ujarnya.
Salah seorang peserta mengaku sangat terbantu dengan adanya program pelatihan ini.
“Saya senang adanya pelatihan ini karena kalau ikut kursus atau les biayanya cukup mahal. Di Rumah Buku SAF kami bisa belajar secara gratis, suasananya juga nyaman dan materinya mudah dipahami. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut,” ungkapnya.
Rumah Buku SAF Persada Banten juga menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak berhenti pada pelatihan Microsoft Word saja. Ke depan, pelatihan akan terus dilaksanakan setiap hari Sabtu dengan materi yang lebih luas, mulai dari Microsoft Office lainnya, pengelolaan referensi, teknik penulisan karya ilmiah, hingga metodologi penelitian dan riset ilmiah.
Melalui program ini, Rumah Buku SAF berharap dapat menjadi ruang belajar alternatif yang mendorong lahirnya generasi yang gemar membaca, menulis, berpikir kritis, dan menghasilkan karya yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Literasi bukan sekadar kemampuan membaca dan menulis, tetapi kemampuan mengembangkan pengetahuan untuk menciptakan perubahan.”