Solusi Cabut Akar Kemiskinan

Spread the love

Palu, Metrosulawesi.com – (30/5/2016)Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Jundullah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu menggelar seminar nasional dengan tema “Solusi Alternatif Mencabut Akar Kemiskinan Berbasis Modal Sosial” di auditorium kampus tersebut, Sabtu (30/5).

Ketua panitia, Hamid mengatakan Sulawesi Tengah khususnya Kota Palu masih banyak masyarakat yang kurang mampu atau dibawah garis ekonomi lemah.

“Masih banyak masyarakat susah yang butuh makan, untuk bisa bertahan hidup. Sehingga dari LDK Jundullah, berinisiatif mengadakan seminar agar bisa memberitahu kepada peserta bagaimana cara untuk bisa memberantas kemiskinan nantinya,” kata Hamid.

Sosiolog Universitas Ageng Tirtayasa Banten, Suwaib Amiruddin dalam pemaparannya mengatakan kemiskinan adalah ketidaksanggupan seseorang memuaskan kebutuhan-kebutuhan dan keperluan-keperluan material dalam hidupnya.

“Jumlah  orang  miskin  di Indonesia sekitar 30,25  juta jiwa, sehingga menimbulkan masalah yang di kota seperti adanya pemukiman kumuh, timbulnya anak jalanan, pengemis, kepadatan penduduk, timbulnya kejahatan dan kenakalan remaja, rendahnya pendidikan,” ujarnya.

Ia mengaku budaya kemiskinan dimana orang miskin seperti orang penyakit kangker di kepalanya dan tumor di dadanya.

“Kesalahan pakar kemiskinan dan pemerintah mengobati penyakit kemiskinan dengan bantuan modal ekonomi, tidak menyentuh pola sikap dan pola pikir orang miskin.  Hal ini seperti orang yang mengobati penyakit kanker dan tumor dengan obat salep. Akhinya orang miskin bukan sembuh dari kemiskinan tapi bertambah dan parah,” tuturnya.

Ia menekankan untuk mencabut  akar kemiskinan  di  Indonesia yakni melalui  sekolah  kerja,  dimana sekolah yang  mengintegrasikan tiga keilmuan yakni ilmu keislaman, ilmu umum, dan nilai kearifan lokal, dengan  menitik beratkan  pada  praktek lapangan.

Selain Suwaib Amiruddin, pembicara dalam seminar yakni dosen IAIN dan penulis buku Adan M Saleh. Selain itu, anggota DPRD Kota Palu, Rizal Dg Sewang. (yugni SAF)

Sumber : http://www.metrosulawesi.com/article/ldk-jundullah-seminar