SAF-ICMI: Media Sosial Sebagai Jembatan

Spread the love

Serang, 24/1, Suwaib Amiruddin Foundation (SAF), mengadakan Diskusi Lesehan yang bekerja sama dengan Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) orda Kabupaten Serang. Kegiatan ini memilih tema “media, poltik dan milenial”. Kegiatan dipandu oleh Miftahul Ulum (Direktur Program SAF) selaku pembawa acara yang kemudian dilanjutkan oleh oleh Tubagus Rahmat selaku moderator. Diskusi ini menghadirkan lima narasumber, diantaranya Hj. Ade Yuliasih, SH., Mkn. (Anggota DPRD Provinsi Banten), Ahmad Fahmi, S.Pd.I. (Komisioner KPID Provinsi Banten), Lutfi Nawawi, M.Pd. (ICMI orda Kabupaten Serang), Abd Darda, SH. (Banteninfo.com) dan Claudia (UMN Radio).

Direktur Rumah Buku SAF Jaka Permana sebagai penyelenggara, melaporkan Peserta dalam kegiatan dialog dari berbagai lapisan diantaranya mahasiswa, pendidik, elit politik, praktisi radio dan tokoh masyarakat.

Direktur Eksekutif SAF Mochamad Fahmi Abduh, mengatakan sambutannya dalam pembukaan acara menegaskan bahwa tema kegiatan hari ini kita ingin menyatukan opsi bahwa politik kesantunan sangat penting dibangun menghadapi pemilu 2019. Media sosial dan teknologi pendukung dalam mengawal politisi tetap memperhatikan nilai-nilai dan etika masyarakat. Pergunakanlah media sosial sesuai kebutuhan dan ketentuan yang ada. Apalagi negara kita merupakan negara yang  menjunjung tinggi nilai-nilai etika hukum. “tegasnya”.

Dalam diskusi Hj Ade Yuliasih mengatakan bahwa media di Banten harus mengecek kebenaran berita sebelum menyebarkannya, dan ia mendorong dan mengawal untuk manjadikan pemilu bersih. Setalah itu ia juga berharap bahwa kaum milenial jangan jadi pemilih apatis. Kita mengawal secara bersama-sama alam politik di Indonesia” . Pesannya”

Pemilih pemula identik dengan sebutan kaum milenial, pada kesempatan ini Claudia selaku kaum milenial menyatakan bahwa milenial itu malas ketika mendengar politik, dan milenial labil dan gampang dipengaruhi. Untuk itu politik perlu membuka ruang seluas-luasnya agar pemilih milineal memiliki semangat untuk dapat berpartisipasi dalam politik. “ujarnya”.

Abd Darda berpendapat bahwa banyak partai yang mengikuti jaman, dengan cara mengatas namankan partai milenial. “kita tidak boleh abaikan politik. Berbeda dengan yang lain TIDAK masalah yang penting tujuannya mengawal politik di Indonesia menjadi aman dan damai . “Pesannya”.

Ahmad Fahmi menyatakan bahwa lima sampai sepuluh tahun kedepan politik akan murah seiring berjalannya kemajuan media. “jadikanlah media sebagai media berkomunikasi secara positif, sehingga dapat betul-betul jembatan antara politisi dengan masyarakat pengguna media sosial.” Tegasnya”.

Sedangkan Lufti Nawawi, memiliki pandangan bahwa penggunaan media sosial sebagai media untuk menyampaikan berbagai perkembangan baik kinerja dan pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah tentunya media sosial itu menjadi positif untuk dikomsumsi oleh masyarakat. “media harus dimanfaatkan secara maksimal”. Ujarnya”

Direktur Media Center SAF Khaerul Anam dalam penutupan diskusi mengajak semua pihak untuk mendukung pemilu 2019 menjadi aman dan damai, menggunakan media sangat penting namun tetap ada batas-batasnya. (Humas-SAF)