Punya Lahan Kosong di Rumah? Mari Berkebun dan Wujudkan Ketahanan Pangan Keluarga

Spread the love

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012, ketahanan pangan diartikan sebagai keadaan di mana seluruh lapisan masyarakat, mulai dari negara hingga individu, memiliki akses terhadap pangan yang cukup. Pangan tersebut harus memenuhi standar kualitas, aman untuk dikonsumsi, memiliki keberagaman dan kandungan gizi yang baik, tersebar secara adil, mudah diperoleh, serta tidak bertentangan dengan nilai agama, kepercayaan, maupun budaya setempat, guna menunjang kehidupan yang sehat, aktif, dan berkelanjutan. Namun, berbagai tantangan seperti perubahan iklim, alih fungsi lahan, dan kenaikan harga pangan sering kali mengancam ketersediaan bahan pangan. Sehingga ketahanan pangan menjadi salah satu isu strategis yang perlu diatasi di negara Indonesia. Salah satu solusi sederhana yang bisa diterapkan yaitu dimulai dari tingkat rumah tangga yaitu memanfaatkan lahan kosong untuk berkebun dari rumah. Dengan memanfaatkan lahan kosong di rumah, kita dapat menanam sayur, buah, atau rempah-rempah sendiri, sehingga kebutuhan pangan keluarga lebih terjamin.

Berkebun dirumah bukan hanya meminimalisir terjadinya krisis pangan di tingkat rumah tangga, tetapi juga bisa menjadi kegiatan positif yang dapat mengisi waktu luang dirumah dengan berkebun bersama keluarga. Dengan menanam sayuran, buah dan rempah-rempah sendiri, kita dapat mengurangi ketergantungan pada pasar dan lebih menghemat biaya dalam belanja sayur, buah dan rempah-rempah ditengah fluktuasi harga pangan yang tidak stabil. Selain itu, tanaman yang ditamam sendiri bisa lebih sehat karena tidak menggunakan pupuk berbahaya seperti pestisida. Dalam menanam tanaman di lahan pekarangan rumah yang sempit bisa menggunakan beberapa metode seperti hidroponik (menanam tanaman menggunakan air), vertikultur (menanam tanaman secara vertikal), Aeroponik (memanfaatkan udara untuk pertumbuhan tanaman), tabulampot (menanam buah menggunakan media pot) dan budikdamber (teknik menanam tanaman bersamaan dengan budidaya ikan). Sehingga dengan beberapa metode tersebut bisa kita pilih sesuai dengan kondisi lahan yang ada, sehingga tanaman yang ditanam dapat tumbuh subur dan indah jika dilihat. Dan saat ini telah banyak influencer yang memberikan edukasi tentang berkebun dirumah seperti Denis Matthew, Dewi Almansaury dan influencer lainnya, yang bisa kita lihat dan contoh dalam berkebun di rumah dengan lahan yang sempit dan cara perawatan hingga mendapatkan panen dengan hasil yang baik.

Selain manfaat ketahanan pangan, berkebun di rumah juga berkontribusi pada kelestarian lingkungan. Tanaman yang kita tanam dapat membantu mengurangi polusi udara, meningkatkan kadar oksigen, serta menyerap karbon dioksida yang berlebih. Selain itu, berkebun juga dapat menjadi terapi alami yang membantu mengurangi stres dan meningkatkan kesehatan mental. Dengan melibatkan seluruh anggota keluarga dalam kegiatan berkebun, kita tidak hanya menciptakan lingkungan yang hijau, tetapi juga hubungan keluarga yang sehat melalui aktivitas yang menyenangkan dan bermanfaat.

Dengan berbagai manfaat yang ditawarkan, tidak ada alasan untuk tidak mulai berkebun di rumah. Memanfaatkan lahan kosong yang ada, sekecil apa pun, dapat menjadi langkah nyata dalam mewujudkan ketahanan pangan keluarga. Dengan metode yang tepat dan perawatan yang baik, kita dapat menikmati hasil panen yang sehat, segar, dan lebih hemat. Mari mulai berkebun dari sekarang dan jadikan rumah kita sebagai sumber pangan yang mandiri dan berkelanjutan!

Penulis: Sindi Indriyawati

SUMBER REFERENSI

Bahua, M. I., Musa, N., & Irsan, L. M. (2024). Pengelolaan Rumah Pangan Lestari dalam Pencegahan Stunting pada Rumah Tangga Petani. Jurnal Abditani, 7(2), 143-149.

Safitri, M. D., Lestari, S., Hafina, H., & Fatmawati, R. (2025). PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PENINGKATAN KETAHANAN PANGAN KELUARGA DAN PENCEGAHAN STUNTING MELALUI URBAN FARMING AQUAPRO UNTUK MEWUJUDKAN SDG’S DI DESA BUMIREJO. Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Indonesia (Indonesian Journal of Independent Community Empowerment), 8(1), 65-69.

https://dlh.semarangkota.go.id/4-cara-memanfaatkan-lahan-sempit-kota-untuk-berkebun-paling-efektif/