SERANG – (25/2) Dari empat daerah yang melaksanakan pilkada serentak di Banten, Kota Serang dinilai akan menjadi pertarungan yang paling sengit. Suksesi kepemimpinan di ibukota Banten ini akan mempertemukan dua kubu besar calon yang didukung gabungan partai politik (parpol) dan satu pasangan dari jalur perseorangan.
Kubu pertama, koalisi yang dibangun Partai Golkar, Demokrat, PKB, NasDem, PBB, PKPI, Gerindra, dan PDIP yang mengusung bakal calon walikota dan wakil walikota Vera Nurlaela Jaman-Nurhasan. yang Telah di tetapkan dengan No urut 1 Kedua, koalisi yang dibangun PAN, PPP, Hanura, dan PKS mengusung Syafrudin-Subadri Usuludin. yang telah memproleh Nomor 3 Sementara satu peserta lagi dari jalur peseorangan, yaitu Samsul Hidayat-Rohman.telah mendaptkan No 2
Ketiga pasangan itu merupakan duet yang lolos seleksi panasnya persaingan perebutan tiket rekomendasi parpol. Di menit-menit akhir pendaftaran, nama Sekda Banten Ranta Soeharta harus tersingkir setelah PKS menyatakan diri bergabung ke koalisi parpol pendukung Syafrudin-Subadri. Sementara, PDIP yang awalnya mendorong Bambang Janoko-Wahyudin Djahidi juga harus lempar handuk dan melebur ke koalisi parpol pendukung Vera-Nurhasan.
Pengamat politik Suwaib Amiruddin mengatakan, Pilkada di Kota Serang akan menjadi pertarungan sengit dua kubu besar koalisi partai tanpa mengesampingkan calon dari jalur perseorangan. “Bakal sengit dan berimbang karena dua kubu yang didukung partai merupakan tokoh sentral di Kota Serang,”
Ketua STISIP Rangkasbitung ini menilai, masing-masing pasangan calon punya modal dan segmentasi pemilih. Pengalaman Syafrudin sebagai birokrat digabung dengan pengalaman Subadri sebagai ketua DPRD Banten. Sementara, Vera merupakan istri walikota aktif yang dipadukan dengan Nurhasan sebagai politikus dan pengusaha. “Aspek ini akan menjadi magnet yang membuat kekuatan berimbang,” katanya.
Kehadiran pasangan dari jalur peseorangan, lanjutnya, juga akan memberi warna tersendiri di Pilkada Kota Serang. “Calon independen punya magnet. Di beberapa daerah independen punya kans untuk menang sepanjang mampu menyolidkan dukungan KTP yang dikumpulkan dan dimaksimal untuk menjadi tim,” katanya.
Pengamat politik Untirta Leo Agustino menyatakan hal sama. Ia menilai Pilkada Kota Serang akan menyajikan persaingan yang menarik tanpa mengesampingkan pasangan calon dari jalur perseorangan yang sudah mendaftar ke KPU Kota Serang.
Peta pertarungannya ada di dua pasangan calon dari jalur partai politik karena koalisi yang bersaing memunculkan kontestasi antara Vera-Nurhasan dan Syafrudin-Subadri. “Pilkada lebih mengarah pada persepsi masyarakat luas. Mereka bisa memilih siapa saja berdasarkan preferensi sosiologisnya, politisnya, psikologisnya, bahkan pilihan rasionalnya,” urainya.
Pemilih di Banten, kata Leo, umumnya masih pragmatis sehingga selain figur yang perlu diperhitungkan juga adalah kemampuan kandidat melakukan vote buying. Leo menegaskan, parpol dalam konteks pilkada sekadar kendaraan politik karena parpol belum memerankan perannya sebagai partai politik. “Yang mereka perankan selama ini menjadi partai pemilu atau partai kampanye, yang hadir hanya setiap kali ada pemilu atau pilkada,” tutup Leo.
Sumber : http://www.kontakbanten.co.id