Audiensi dengan KPU RI, Suwaib Amiruddin Foundation (SAF) Usung Pemilu Milik Kita

Spread the love

Jakarta (10/10) – Suwaib Amiruddin Foundation (SAF) beraudiensi dengan KPU RI di kantornya, Jalan Imam Bonjol nomor 26 Cikini, Jakarta Pusat.

Dalam audiensi tersebut, diterima oleh Kabag Partisipasi Masyarakat dan Kabag Sosialisasi dan Pendidikan KPU RI.
Audiensi berjalan selama kurang lebih satu jam, dalam dialognya, SAF dipimpin oleh Suwaib Amiruddin selaku Pembina, mengungkapkan bahwa selama ini (sosialisasi) Pemilu kurang menyasar pemilih secara langsung. Secara sosiologis Pemilu milik kita memiliki arti penting bagi masyarakat, dikarenakan merasa dimiliki masyarakat. “Sampai saat ini sosialisasi Pemilu tidak terlalu memiliki arti penting untuk masyarakat, karena dipandang hanya dimiliki sekelompok golongan elit saja, maka masyarakat hanya menjadi objek pemilu saja, tidak menjadi subjek yang sama-sama menjaga keberhasilan pemilu itu sendiri. Sejatinya keberhasilan partisipasi demokrasi adalah setelah pemilu, pemilu adalah jalan menuju lima tahun berikutnya” ungkapnya.
Sosiolog untirta ini juga mengungkapkan bahwa untuk menggapai keberhasilan pemerintah selama lima tahun, maka masyarakat harus merasa memiliki Pemilu yang dihelat. Untuk itu pemilu milik kita harus mulai disosialisasikan dan digaungkan dengan program-program sosialisasi yang efektif, selain itu juga selogan Pemilu Milik Kita membangkitkan moralitas bangsa
Melalui Direktur Program Zainal Muttaqin mengungkapkan bahwa Pemilu selama ini menjadi sebuah dinamika sosial bagi masyarakat, banyak yang sudah acuh terhadap pemilihan umum yang diselenggarakan karena kurangnya rasa memiliki akan ajang yang dilaksanakan tiap lima tahun sekali tersebut. Maka tagline Pemilu Untuk Kita perlu dirubah paradigmanya, menjadi Pemilu Milik Kita.
Direktur rumah buku SAF, Agus Aan Hermawan menambahkan bahwa Suwaib Amiruddin Foundation memiliki relawan di pelosok Desa sebagai mitra sosialisasi, dan mensukseskan KPU dalam menyelenggarakan Pemilu, baik menghadapi 2018 maupun 2019 mendatang.
Tanggapan KPU sendiri melalui Kabag Sosialisasi dan Pendidikan KPU RI Didi menyambut baik usulan yang disampaikan SAF, bahwasannya selama ini gagasan ide yang seperti ini belum banyak terjabar. “Banyak usulan-usulan program sosialisasi model seperti ini, namun tidak pernah terjabar secara rinci, sampai bagaimana penyelenggaraan sosialisasi yang efektif. Namun SAF mampu menjelaskan secara lengkap sampai bagaimana teknis pelaksanaan di lapangan. Ini merupakan pertimbangan yang penting bagi kami” tutup pria yang biasa disapa didi ini.
Dalam audiensi ini diikuti oleh enam orang dari suwaib Amiruddin Foundation (SAF), Suwaib Amiruddin sebagai Pembina, Harits Hijrah Wicaksana sebagai penasehat, Zainal Muttaqin selaku Direktur Program, Ahmad Sugron Jazila sebagai Sekretaris, Agus Aan Hermawan selaku Direktur Rumah Buku dan Humas SAF Ahmad Jayani.* (Zy)