Minimnya Keberpihakan Lahan Desa

Spread the love

Perlu kita sepakati terlebih dahulu bahwa membangun negeri ini harus dimulai dari desa dan kampung-kampung yang terpencil dan terisolasi dari sebuah kemajuan. Masyarakat desa sebagai komunitas yang menopang pembangunan desa, maka seharusnya desa harus lebih diperhatikan bila dibandingkan dengan pesatnya pembangunan di perkotaan. Apakah dengan masuknya dana desa sudah dianggap sebagai bagian perhatian dari pemerintah dalam membangun masyarakat desa?. Jawaban sementaranya adalah, kalau membangun desa hanya dilihat dari unsur kapitalis dan unsur dana semata, maka itu sangat tepat. Namun membangun desa tentunya bukan hanya sekedar suntikan dana dan anggaran semata, namun lebih pada pemberdayaan masyarakat dari berbagai sektor.

Desa sebagai komunitas, bukan hanya dibangun berdasarkan pada kepentingan politik semata atau kepentingan politik tertentu. Desa harus dibangun atas kepentingan memberdayakan masyarakat desa. Berbagai persoalan yang dihadapi oleh desa hari ini adalah hilangnya lahan produktif yang bergeser dari lahan produktif menjadi komplek pembangunan industri dan pelebaran perumahan. Realitas kondisi ini hampir hilang dari perhatian berbagai pihak. Pemerintah sudah memprogramkan membuka lahan persawahan jutaan hektar, namun tidak akan menjadi solusi. Program itu seharunya harus rasional, dan perlu diperhitungkan bahwa berapa hektare sawah yang hilang akibat industrialisasi. Jadi program perluasan lahan pertanian itu, seharusnya di fokuskan pada wilayah yang hilang lahan persawahannya.

Akibat dari perluasan kawasan perkotaan dan masyarakat urban, telah menggeser lahan persawan yang ada di wilayah penyanggah perkotaan semakin hilang. Minimnya hasil panen pertanian masyarakat, tidak pernah dipikirkan oleh pemerintah, yang pada akhirnya memunculkan pengangguran masyarakat pinggiran kota. Akibat lahan pertanian menjadi wilayah perkotaan, tidak pernah di urus oleh pemerintah akan solusi sebagai tenaga yang ahli untuk produktif.

Suwaib Amiruddin

Sosiolog