Serang – Suwaib Amiruddin Foundation (SAF) berkolaborasi dengan Gerakan Mahasiswa Serang Utara (GAMSUT) menggelar acara dialog kebangsaan dalam rangka memperingati HUT RI Ke-78 di kawasan wisata Pantai Lontar Kec. Tirtayasa Kab. Serang-Banten. (Sabtu,19/08/23)
Pada kegiatan dialog kebangsaan ini mengusung tema “Pemuda Berkontribusi Untuk Negeri” dengan menghadirkan narasumber H.Bahrul Ulum, S.Ag, M.AP selaku ketua DPRD Kab. Serang, kemudian hadir juga perwakilan dari KNPI Januar Eka Nugraha, S.Pd selaku Kabid OKK DPD KNPI Provinsi Banten dan terakhir Narasumber dari Komisioner Komisi Informasi Provinsi Banten Luthfi Nawawi, M.Pd.
Ketua DPRD Kab. Serang H. Bahrul Ulum dalam opening speechnya menyampaikan bahwa ada 3 peran penting pemuda dalam berkontribusi untuk negara, yakni sebagai agen perubahan, pembangunan dan pembaharuan.
“Ada 3 peran pemuda dalam berkontribusi untuk bangsa dan negara yang mungkin secara teori teman-teman sudah hafal betul yaitu pertama sebagai agen perubahan, mampukah kita merubah sesuatu yang negatif menjadi positif sehingga kuncinya adalah perubahan pada pola pikir mindset bagaimana pemuda hari ini, mahasiswa hari ini merubah pola pikir atau mindset kita yang tadinya kita selalu pesimis, jadi optimis kemudian berbuat negatif menjadi hilang negatifnya kemudian berbuat positif dan seterusnya. Kemudian yang kedua peran sebagai agen pembangunan yang dalam hal ini sebenarnya bukan pemuda untuk membangun bangsa dan negara , tapi konteksnya adalah bagaimana para pemuda-pemuda anak bangsa ini mampu mengawal dan mengontrol proses pembangunan di segala bidang yang dilakukan oleh pemerintah baik di tingkat pusat, provinsi, ataupun tingkat kabupaten/kota. Kemudian yang ketiga, konteks peran yang ketiga adalah agen pembaru, dimana kita bisa mengoptimalkan peran perubahan dan pembangunan tadi untuk melakukan pembaharuan yang lebih baik terhadap kemajuan bangsa dan negara”. Papar Bahrul Ulum dalam Opening Speech nya
Dalam Kesempatan yang sama, Luthfi Nawawi juga turut memaparkan bahwasanya pemuda harus memiliki spirit keagamaan agar segala sesuatu kontribusi yang dilakukan untuk kebaikan masyarakat dan negeri senantiasa di dasarkan atas rasa ikhlas dan sukarela.
Teman-teman para aktivis dan mahasiswa, kalau kita lihat ya, di dalam kepemudaan ada spirit keagamaan yang bisa kita ambil dari sejarah kepemudaan, bahwa memang pemuda ini nggak boleh lepas dari beberapa hal, dari beberapa prinsip, di antaranya yang pertama adalah prinsip tauhid. Jadi ketika memang para pemuda ini bergerak, kemudian tidak melandaskan pada tauhid, maka kadang visinya itu terbatas saja, bisa terjebak pada pragmatisme, bisa terjebak pada visi yang jangka pendek, Ketika teman-teman mengadvokasi lingkungan misalkan, kalau teman-teman hanya punya tujuan jangka pendek, ya pada tujuan itu selesai, ya sudah selesai, tapi kalau cantolanya sudah pada tauhid, selama apa yang dia lihat itu, sesuatu itu tidak pas, kemudian sesuatu itu harus dirubah dengan tangannya, dengan lisanya, maka itu akan terus berkelanjutan, karena spiritnya adalah spirit tauhid, karena dia yakin bahwa yang dia lakukan ini adalah kebaikan, dan kebaikan itu akan berujung pada pahala begitu-tuh ya. Kemudian yang kedua adalah prinsip kritis juga ya, prinsip kritis ini menjadi penting, bagaimana melihat lingkungan, melihat masyarakat, apa yang perlu diadvokasi, kemudian dia tampil bagaimana bisa membawa aspirasi suara masyarakat di hadapan pemerintah, nah ini nilai-nilai ini yang harus kita bangun, karena sisi atau kelebihan dari pemuda itu dia berani kritis dalam konteks kebenaran”. Jelas Luthfi dalam paparannya.
Sementara Kabid OKK DPD KNPI Provinsi Banten, Januar Eka Nugraha menyampaikan bahwa pemuda harus memiliki inovasi dan juga pengetahuan yang komplit ketika mau memilih atau menentukan sebuah profesi yang akan di geluti.
“Dalam berkontribusi untuk negeri tentunya ada dua hal dari saya ini bukan satu teori ilmuwan ataupun ini bentuk kontemplasi saya selama menjadi pemud sampai sekarang, dari awal karir menjadi seorang anggota organisasi kemudian berproses sampai dengan saat ini menggeluti sebuah satu Profesi. profesi itu bisa dituntaskan oleh dua hal, yang pertama inovasi contoh begini teman-teman pengen jadi apa misalnya pengusaha kalau hanya sekedar buka meja atau buka toko taro barang-barang yang di jual kemudian duduk nunggu konsumen datang itu hal yang biasa jangan kan kalian yang lulusan paket C juga bisa bener ga? maka harus ada inovasi harus ada kreativitas yang membedakan kalian dengan yang lain karena kalau dalam istilahnya kan begini, kalau pengen didengar maka bicara kalau pengen dilihat maka berdiri, nah itu kan bagian dari proses kehidupan bahwa dengan inovasi itu kalian akan terlihat beda dengan yang lain sesuatu yang beda itu akan menarik perhatian, apa yang membedakan kalian dengan lain itu ditentukan dengan inovasi, setelah kalian menentukan apa profesi yang akan digeluti kemudian yang kedua tadi punya pengetahuan yang komplit tentang profesi tersebut”. Papar Eka dalam pemantik diskusinya.
Masih dilokasi yang sama, Direktur Eksekutif SAF Muhamd Suhada menyampaikan bahwa pemuda harus dibangun baik secara fisik dan mental fikiran intelektualnya karena hal ini yang menjadi modal awal bagi para generasi muda untuk menjawab tantangan zaman.
“Dialog kebangsaan ini merupakan salah satu wadah yang kita siapkan sebagai upaya untuk mengasah kemampuan dialektika dan kontribusi pemikiran-pemikiran yang kritis serta membangun sehingga ini diharapkan dapat menjadi modal bagi generasi muda dalam menjaga mentalitas pemuda supaya bisa beradaptasi dengan perkembangan dan kebutuhan zaman serta tidak tergerus oleh perkembangan zaman yang semakin maju”. Ujar Suhada.
Penulis: Humas SAF