Virus Corona Covid-19, Ujian Solidaritas Kemanusiaan

Spread the love

Berdasarkan pemberitaan dari berbagai media online bahwa Virus ini pertama kali muncul di Wuhan, salah satu kota di China. Simpang siur kabar soal sumber kemunculan virus ini, mulai dari makanan hingga hewan-hewan unggas. Hal ini dikarenakan belum adanya informasi jelas soal asal muasal kemunculan virus tersebut. Sebelum virus corona ramai diketahui banyak orang, seorang dokter bernama Li Wenliang telah memberikan informasi soal kemunculan virus tersebut. Dia memberikan pesan yang mengejutkan di grup alumni sekolah kedokterannya melalui aplikasi pesan singkat yang populer di China, WeChat.

Menurut surat kabar pemerintah Beijing Youth Daily, dini hari tanggal 31 Desember, otoritas kesehatan Wuhan mengadakan pertemuan darurat untuk membahas wabah tersebut. Setelah itu, Li dipanggil oleh pejabat rumah sakitnya agar menjelaskan bagaimana dia bisa tahu tentang kasus-kasus itu. Tanggal 3 Januari 2020, Li dipanggil ke kantor polisi setempat dan ditegur karena menyebarkan desas-desus yang sangat mengganggu ketertiban sosial atas pesan yang dia kirimkan dalam grup obrolan.

Berdasarkan informasi seorang dokter itulah, memberikan penyadaran bagi masyarakat dunia bahwa virus itu nyata adanya dan juga penangannya dengan serius. Sebagaimana di negeri kita saat ini pun dilakukan penanganan yang ekstra ketat dan langkah-langkah standar kesehatan pun di laksanakan. Pemerintah daerah dinegeri ini juga turut serta untuk melakukan strategi penanganan.

Keseriusan penangan virus Corona COVID-19 di Indonesia dibuktikan kesiapsiagaan rumah sakit yang ditunjuk oleh pemerintah dalam melakukan penanganan. Tenaga medis pun juga ikut sigap dalam menangani sesuai dengan kapasitas dan kemampuan yang dimilikinya. Karena ini persoalan serius, Jadi persoalan penangannya pun tentu tidak main-main dan semua ikut terlibat di dalamnya.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati telah menerbitkan Surat Edaran (SE) no 6 tahun 2020 tentang pedoman perubahan kegiatan anggaran dalam rangka penanggulangan virus corona atau COVID-19. “Tujuannya untuk refocusing kegiatan dan belanja negara adalah untuk penanganan Covid tidak terhalang masalah anggaran,” tegas Sri Mulyani dalam paparan APBN Kita yang digelar via Videoconference, Rabu (18/3/2020) diakses (https://finance.detik.com/) Dengan adanya surat edaran itu, nantinya Kementerian Lembaga bisa lebih leluasa mengubah alokasi anggarannya.

Melalui anggaran yang telah tersedia itu, menandakan bahwa pemerintah serius melakukan penanganan secara kemanusiaan. Pemerintah selalu berpesan bahwa menghadapi virus ini jangan panik dan jangan takut. Pernyataan itu lebih pada bagaimana mendinginkan suasana hati masyarakat dan kita tetap berhati-hati dalam menghadapi penyebaran virus ini. Demikian halnya kementerian kesehatan dan pihak-pihak medis menyampaikan bahwa menangani virus ini dibutuhkanpola hidup sehat, hidup yang bersih, cuci tangan, lingkungan sekitar tetap bersih dan jangan melakukan interaksi secara langsung dengan orang lain.

Pemerintah daerah pun melakukan langkah-langkah untuk meliburkan lembaga pendidikan formal dan disarankan untuk belajar melalui teknologi aplikasi jarak jauh. Walaupun sesuai jadwal bahwa sekolah menengah Umum menghadapi ujian untuk proses menamatkan sekolahnya. Langkah pasti yang diambil oleh pemerintah daerah itu, perlu diapresiasi karena tujuannya untuk menyelamatkan manusia dari situasi penyebaran terjangkitnya virus Corona.

Secara sosiologis bahwa sebagai manusia dan warga negara, saya secara pribadi sangat memberikan apresiasi pada pemerintah daerah yang memiliki komitmen untuk penanganan virus melalui pendekatan solidaritas kemanusiaan. Semoga virus Corona ini, segera teratasi dan segala aktivitas dapat berjalan normal kembali. Kondisi dunia saat ini, dan terutama negeri kita Indonesia tercinta, menghadapi suatu ujian kesehatan, dan dibutuhkan solidaritas kemanusiaan. Memang kita diminta untuk menjaga jarak  kurang lebih 1-2 meter dalam berinterkasi, namun kita tetap menjaga hubungan sesama manusia dan saling menghargai untuk dapat keluar dari kondisi penyebaran virus Corona.

Suwaib Amiruddin

Sosiolog Untirta