Suhada, Pergeseran Kepengurusan Rumah Buku SAF, Sebagai Tradisi Peradaban

Spread the love

Serang (2/9)- serah terima kepengurusan Rumah Buku Suwaib Amiruddin Foundation melakukan pergeseran kepengurusan. Kegiatan tersebut berlangsung di Rumah Buku SAF, perumahan persada banten Blok D3 Kota serang Provinsi Banten. Kegiatan tersebut turut hadir Direktur Eksekutif Suwaib Amiruddin Foundation (SAF) Muhammad Suhada dan di dampingi Pembina Harian SAF Apriyan Apandi.

Direktur Eksekutif Suwaib Amiruddin Foundation (SAF) Muhammad Suhada menegaskan bahwa pergeseran kepungurusan Rumah buku SAF, sebenarnya tidak mengenal periodisasi atau masa kepengurusan. Pergeseran dilakukan karena kepengurusan sebelumnya memiliki tugas yang lain dan lebih diposisikan sebagai peneliti SAF.

Lanjut Suhada pergeseran kepengurusan merupakan hal biasa dilakukan di internal pengelolaan Rumah Buku SAF, dan biasanya selama ini siapapun menjadi pengurus memiliki tanggungjawab untuk meneruskan tradisi peradaban yang dibangun selama ini di internal rumha buku SAF. “tegas Mahasiswa semester akhir pada prodi Ilmu Komunikasi Untirta”

Perlu saya sampaikan bahwa pergeseran Direktur Rumah Buku SAF Aidil Syahrun Abdi pada pengurus sebelumnya dan digantikan oleh Aji Sayudi sebagai Direktur Rumah Buku SAF yang baru.

Menurut Aidil, pergeseran kepengurusan merupakan salah satu bentuk adanya regenerasi di internal Rumah Buku SAF.  Sebagai pengelola memberikan apresiasi dan selamat atas bergabungnya kepengurusan yang baru dan bisa lebih mengembangkan lagi kegiatan tradisi intelektual dan berkeadaban di Rumah Buku SAF. “Ujar Alumni Fakultas Hukum Universitas Sultan Ageng Tirtayasa”

Aji Sayudi sebagai Direktur Rumah Buku yang diberikan amanah meneruskan kegiatan yang sudah terprogram dapat lebih meningkatkan lagi dan bekerja secara maksimal.

Aji memiliki komitmen menjadikan Rumah Buku SAF sebagai tempat bagi kalangan akademis untuk dapat meningkatkan kapasitas intelektual berupa kajian-kajian ilmiah dan pengabdian pada masyarakat. “Harap Mahasiswa Prodi Administrasi Publik Untirta”. (Humas SAF)