Sarjana Harus Pulang Kampung, Membangun Desa

Spread the love

Serang – Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP) Setia Budhi Rangkasbitung Dr. Suwaib Amiruddin, berjanji akan terus memaksimalkan lulusannya menjadi yang paling unggul dan berkarakter di bidang ilmu sosial dan ilmu politik. “Mutu lulusan ini yang kita utamakan memiliki kehalian di bidang pemerintahan desa terutama lulusan sarjana ilmu pemerintahan dan sarjana harus siap menjadi pemimpin di masyarakat. Saya menghimbau kepada lulusan agar kembali ke desa mengabdikan ilmunya untuk membangun kampung halamannya” ujarnya dalam sambutan Wisuda ke – X Tahun 2017 di Hotel Le Dian Serang (16/12).

Hadir dalam kesempatan itu Koordinator Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) Wilayah Empat Jawa Barat dan Banten Prof. Dr. Uman Suherman AS, Guru Besar FISIP Untirta Prof. Dr. Ahmad Sihabudin, Sekertaris Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak, Imam Suangsa mewakili Bupati Lebak, Ketua Yaysan Setia Budhi Rangkasbitung H. Suhardja, dan Wakil Rektor Bidang Kemashasiswaan Untirta Dr. H. Suherna.

Kopertis Wilayah Empat Jawa Barat dan Banten Prof. Dr. Uman Suherman AS memberikan ucapan selamat kepada wisudawan STISIP Setia Budhi  yang telah resmi menyandang gelar sarjana. Dirinya berharap kepada lulusan STISIP yang merupakan satu-satunya kampus yang membidangi sosial dan politik di Kabupaten Lebak bisa mengawal dan mensukseskan pesta demorasi di tahun 2018 dan 2019.

“Saya berharap kepada lulusan STSIP Setia Budhi bisa menyelesaikan permasalahan yang dihadapi masyarakat saat ini, apalagi sekarang menjelang agenda tahun-tahun politik, ada pilkada 2018 dan pemilu 2019. STISIP dan lulusannya harus mampu aktif mengawal dan mensukseskan program pembangunan politik nasional” imbuhnya.

Uman Seherman juga memberikan nasehat kepada para wisudawan, bahwa mereka harus bangga dengan pencapaian ilmu yang disandangnya, karena lulusan sarjana di Banten masih sedikit, kurang lebih hanya satu persen dari penduduk yang ada.

“Jangan takut menjadi sarja karena beban gelar yang disandang, kita harus bersyukur dan bangga menjadi dengan ilmu yang kita raih. Kita juga jangan sombong dengan gelar, terlebih menjadi beban negara karena menambah daftar pengangguran, tetapi yang terpenting adalah ilmu yang kita raih bisa kita amalkan  dan bermanfaat untuk kemsalahatan bangsa dan negara” ujarnya.

Guru Besar FISIP Untirta Prof. Dr. Ahmad Sihabudin yang menyampaikan orasi ilmiah dengan tema evaluasi tiga tahun kepemimpinan Jokowi-Jk. Menurutnya fenomena kepemimpinan bangsa saat ini banyak bermunculan dengan analogi metafora karakter ‘Binatang Badak’.

“Karakter badak dianalogikannya sebagai bintang dengan sosok kuat, bermuka seram dan berkulit tebal. Artinya fenomena kepemimpinan baik di pusat maupun di daerah banyak yang berkarakter seperti binatang tersebut, tidak tau maulu jika terjerat korupsi, selalu bertengger kuat meski berbuat salah melanggar moral” ungkapnya.

Diketahui Kampus STISIP Setia Budhi sudah berdiri sejak tahun 2004 dan sudah meluluskan sarjana sebanyak 932 lulusan. Dimana pada wisuda angkatan ke X ini mewisuda 70 mahasiswa administrasi negara dan 9 mahasiswa ilmu pemerintahan. Lulusannya menyebar dan mengabdi di berbagai daerah baik instansi pemerintah maupun swasta (admin).

sumber: http://www.tujuh.info/kopertis-empat-apresiasi-wisudawan-stisip-setia-budhi-lulusan-harus-mengawal-agenda-tahun-politik-2018-2019/