SAF KEMBALI HIDUPKAN DIALOG PUBLIK DENGAN MENGUSUNG TEMA MENATA POTENSI DESA SEBAGAI MODAL KESEJAHTERAAN

Spread the love

Kota Serang (06/11/25), Suwaib Amiruddin Foundation (SAF) kembali menyelenggarakan acara Dialog Publik dilngkungan kampus STIA Maulana Yusuf Banten. Acara diskusi yang berlangsung hangat tersebut membahas tema “MENATA POTENSI DESA SEBAGAI MODAL KESEJAHTERAAN”. Yang dihadiri mahasiswa juga akademisi dari berbagai kampus di kota serang dan menghadirkan narasumber dari lingkup akademisi yakni H. Heri Sapari Kahpi S.E., M.M (Dekan Fakultas konomi Universitas Banten), Muharam Albanna, S.Sos., M.Si, (Akademisi STISIP Trimasda Cilegon) dan Khaerul Anam, S.E., M. (Dosen Ekonomi Islam Unsera) dan Pemandu acara Zaenal Afriza Mutaqin (Direktur Media Center SAF).

Dalam pemaparan materi diskusi, H. Heri Sapari Kahpi menyampaikan bahwa “desa merupakan ruang sosial ekonomi yang sangat besar dari SDA Lokal, Di Banten ada 1.238 desa meliputi sektor pertanian, perkebunan, pertambangan, sumber daya pariwisata alam, adat dan masih banyak lagi jika dikelola dengan baik.” 

Ada tiga hal yang perlu disampaikan :

1. Desa agar menjadi tempat yang layak untuk kehidupan, tidak dianggap sebagai beban kepada Kota dengan kesan menyuplai pengangguran;

2. Potensi yang ada harus dimaksimalkan dengan kebijakan yang efektiv, baik kebijakan di pemerintahan desa, kebijakan di daerah dan kebijakan Nasional, salah satu kebijakan yang dianggap tidak efektiv adalah swasembada pangan pada zaman Orde Baru yang memfokuskan pada peningkatan hasil pangan melalui pupuk kimia, namun berdampak kepada penurunan kualitas tanah dengan merusak unsur haranya, sehingga akibatnya di masa sekarang adalah penurunan hasil panen petani;

3. Dibutuhkan keseriusan dari semua pihak, terutama adalah pemerintah degan kelembagaan-kelembagaan yang dibentuk, kemudian masyarakat bersama ragam komunitas dan kelompok rentannya, perguruan tinggi yang diarahkan pada program di desa serta unsur lainnya untuk membangun desa. Hal yang bisa mulai dilakukan melalui Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrembang) Desa, degan mengikutsertakan unsur-unsur tersebut, sehingga perencanaan inklusi dapat terpenuhi selanjutnya terbentuk pada program pembangunan yg mengakomodir kebutuhan banyak pihak, untuk mewujudkan Desa yang Inklusi, melalui program atau kebijakan pemerintah, tradisi dan budaya masyarakat serta potensi yang bisa memberikan kehidupan bagi masyarakat di Desa.” Ungkap Muharam Albana

“Pemanfaatan teknologi informasi berpengaruh terhadap pemasaran budaya maka kita sebagai anak muda yang melek teknologi harus mengambil peran untuk mempublikasi potensi-potensi yang ada di desa kita”. Ucap Dosen Ekonomi Islam Unsera

Direktur Rumah Buku SAF Aji Sahyudi menuturkan “potensi desa bukan hanya kekayaan alam, tetapi juga kekuatan sosial, budaya, dan jiwa kolaborasi masyarakatnya. Melalui dialog publik ini, kita bersama-sama mencari arah baru pembangunan desa yang lebih inklusif, berkelanjutan, dan menyejahterakan. Jadi kta harus berbangga menjadi anak desa”. Tuturnya.