Serang –SAF (11/4). Diskusi publik yang diselenggarakan secara rutin di Rumah Buku Suwaib Amiruddin (SAF) kali ini mengangkat tema Perempuan Dalam Politik Untuk Indonesia Maju. Pada kesempatan diskusi yang diselenggarakan di Rumah Buku SAF yang beralamat persada Banten Blok D3 No.1 Kota Serang, menghadirkan narasumber Hj. Ade Yuliasih (Anggota DPRD Provinsi Banten); Agus Hiplunudin, M.Sc (Pengamat Politik STISIP Setia Budhi/ Penulis Buku Politik Gender); Tubagus Rahmat, M.Pd (Duta Kampanye Positif Pemilu 2019) sebagai Moderator. Turut pula hadir Jaka Permana (Direktur Rumah Buku SAF), Miftahul Ulum (Direktur Program SAF), Lutfi Nawawi, M.Pd (Komisioner KPID Banten) dan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi
Perkembangan politik sejak era reformasi berlangsung, perempuan semakin banyak tampil di area publik dan salah satunya pada kawasan politik praktis. Untuk itulah perempuan patut diperhitungkan dalam kancah politik diabad milenial saat ini. Perempuan memiliki kemampuan kritis dan bisa melakukan mobilisasi komunitas sebagai penggerak hajatan politik, karena membina komunitas merupakan komoditas terpenting dalam politik. Hal itu terungkap dalam sambutan Direktur Eksekutif SAF Mochammad Fahmi Abduh pada acara pembukaan Diskusi Publik di Rumah Buku SAF (11/4)
Ade Yuliasih mengawali pemaparannya melalui kata semangat bagi perempuan untuk berani tampil dalam kancah politik praktis apalagi sudah tertuang dalam Undang-undang bahwa kehadiran perempuan dibutuhkan 30%. Selain ranah politik praktis setiap segmentasi ruang publik saat ini dibutuhkan kehadiran perempuan. Mengapa kehadiran perempuan dibutuhkan, karena dalam segi tindakan dan analisisnya lebih mengedepankan rasionalitas bila dibandingkan dengan emosional. “tuturnya.”
Lanjut Ade, perempuan sudah harus dibekali strategi untuk terjun dalam pendidikan politik praktis, agar selalu mau dan berani tampil dihadapan publik. “memang sebagai perempuan memiliki tugas pokok sebagai ibu rumah tangga, namun kalau tugasnya sudah selesai, maka perlu tampil menjadi perempuan yang cerdas dan melek terhadap perkembangan politik di indonesia. Pokoknya perempuan harus tampil untuk memajukan Indonesia dari aspek pengambilan kebijakan”. “tegasnya”.
Agus Hiplunudin dalam ulasannya, bahwa perempuan bukanlah mahkluk yang lemah, namun perempuan memiliki pekerjaan ganda sebagai ibu rumah tangga/istri dan juga bergeraka dalam area publik. “Sebenarnya Perempuan memiliki nilai lebih dibandingkan laki-laki”, karena ada beberapa area perempuan tidak didapatkan pada laki-laki”. Jadi sebenarnya perempuan yang tampil pada wilayah publik, dan apalagi wilayah pengambil kebijakan perlu diberikan apresiasi dan semangat untuk keluarganya dan masyarakat sekitarnya. “ujarnya.
Lanjut Hiplu sapaan akrab teman dekatnya, mengungkapkan data secara kuantitatif bahwa di Indonesia saat ini sudah banyak tampil pada area politik praktis misalnya di eksekutif maupun legislatif yang muaranya wilayah yang sangat strategis. “ungkapnya”. (Anam-SAF)