Kota Serang – Momentum hari terakhir kegiatan pengabdian di Kp. Jabang Bayi, kel. Kasunyutan, kec. Kasemen, Kota Serang, pramuka Untirta mengadakan sosialisasi pentingnya mencegah stunting yang diselengarakan di masjid Al-Muhajirin Kp. Jabang Bayi dan dihadiri langsung oleh ketua RT Kp. Jabang Bayi serta masyarakat setempat. Senin, (31/7/2023).
Sosialisasi ini diadakan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya pencegahan dan penanggulangan stunting pada anak-anak. Memberikan informasi yang jelas dan mudah dipahami tentang pola makan sehat serta gaya hidup yang mendukung pertumbuhan optimal anak.
Pada kegiatan sosialisasi stunting ini hadir narasumber dari Forum Genre Banten, Rizki Maulana. Beliau menyampaikan bahwa untuk melakukan pencegahan dan penanggulangan stunting pada anak, perlu adanya pemahaman lebih dulu dari orang tua tentang gizi anak yang harus dipenuhi.
“Ini salah satu peran kita sebagai remaja dan orang tua yang memiliki anak, kita harus paham tentang gizi anak dan kita harus tau apa yang dimakan oleh anak, tau kandungan gizi anak apa saja, karena itu yang akan memperngaruhi kondisi anak dimasa yang akan datang” papar Rizki
Masih dalam pemaparan yang sama, Rizki menyampaikan ciri-ciri stunting dan beberapa faktor penyebab terjadinya stunting.
“Ciri-ciri dari stunting adalah tinggi badan anak yang seusia nya lebih pendek daripada anak yang lain. Tapi orang yang stunting sudah pasti pendek, tapi orang yang pendek belum tentu stunting. Stunting ini tidak ditentukan oleh genetik, faktor penentunya adalah asupan gizi, pola asuh, dan juga sanitasi atau kamar mandi harus terawat. Penyebab stunting ada 3 yaitu sub optimal parenting (pola asuh), sub optimal health (fasilitas kesehatan), sub optimal nutrition (pemenuhan gizi)” tambahnya
Ketua Dewan Racana Pramuka Untirta Siti Nurasiah turut memberikan tanggapan bahwa sosialisasi stunting merupakan wujud dukungan terhadap program pemerintah dan juga sebagai kepedulian pramuka untirta dalam meningkatkan kesadaran orang tua dan masyarakat akan pentingnya memperhatikan tumbuh kembang anak.
” Selain mendukung program pemerintah tentang berjuang bersama menekan angka stunting, kami juga berharap sosialisasi ini dapat meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat tentang masalah stunting serta langkah-langkah pencegahannya. Kemudian dengan adanya sosialisasi ini juga diharapkan dapat mengedukasi orang tua dan keluarga mengenai pentingnya pemenuhan gizi yang seimbang, perawatan kesehatan anak, dan pola asuh yang baik guna mencegah terjadinya stunting pada anak-anak. Dengan begitu, semoga angka stunting dapat berkurang dan anak-anak bisa tumbuh secara sehat dan optimal.” tutur Ketua racana
Bukan tanpa alasan, pencegahan dan penanggulangan stunting merupakan salah satu program yang massif di gencarkan oleh pemerintah Indonesia. Saat ini, Presiden Indonesia Joko Widodo mengintruksikan bahwa di tahun 2024 angka stunting harus turun sampai 14%. Di tahun 2019 angkatan stunting di Indonesia mencapai 24,5%, dan sekarang tahun 2023 sedang mencapai 20,5%.
Penulis : Humas SAF