SAF-Pandeglang (19/3)- Kegiatan Dialog Publik senja yang diselenggarakan Suwaib Amiruddin Foundation (SAF) dengan mengusung tema “Desa Tangguh Indonesia Maju” (Jum’at, 19/3) berlangsung di pelataran terbuka kampus Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP) Banten Raya Pandeglang dan di hadiri puluhan peserta dan tetap memperhatikan protokol kesahatan Covid-19
Kegiatan dialog menghadirkan narasumber Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pandeglang, Hasanudin, Kepala Pusat Studi Kelembagaan Desa STISIP Banten Raya Jaka Permana, Serta Bendahara Umum Fokus Pandeglang, Syahrul Anwar. Selain undangan hadir pula Direktur Rumah Buku SAF Khairul Anam, SE dan Andri Wiguna, S.IP Ketua Panitia Pusat Kongres Nasional Anak Desa. Kegiatan dialog di moderatori Aidil Syahrun Abdi Pramuka Racana Untirta.
Kegiatan dialog publik yang diselenggarakan oleh SAF merupakan tradisi intelektual yang diselenggarakan setiap minggu dengan lokasi yang berbeda dan melakukan kerjasama dengan berbagai organisasi kemasyarakatan, organisasi kemahasiswaan dan berbagai kampus. Kegiatan ini merupakan kegiatan wajib dilaksanakan dalam rangka membicarakan berbagai issu-issu yang berkembang di negeri ini terutama berkaitan dengan desa. Hal itu disampaikan Khairul Anam dalam sambutan dan sekaligus membuka acara.
Hasanudin menuturkan bahwa untuk membangun desa menjadi desa tangguh dibutuhkan kemauan dan keinginan yang tinggi dari aparatur desa dan bekerjasama dengan masyarakatnya. “Membangun desa yang maju dan kuat dibutuhkan modal kebersamaan dan keinginan yang tinggi, dan setiap kebijakan perlu ada keterbukaan agar dapat bekerja secara bersama-sama
Memajukan desa tidak bisa dilakukan oleh aparatur desa semata dan mungkin pemerintah daerah pun tidak memiliki kemampuan yang cukup tanpa melibatkan pemuda-pemudi desa. “Pemuda merupakan modal utama yang harus dan wajib dilibatkan agar pemuda dapat terus berkembang dalam berpikir untuk mengembangkan kampung halamannya”. tegas Legislator Kabupaten Pandeglang.
Syahrul Anwar mengatakan menjadikan desa tangguh perlunya ATM (Amati, Tiru, Dan Modifikasi) Desa ATM yaitu desa yang mempunyai ciri khas masing-masing seperti desa wisata, desa perkebunan, desa digital serta desa kewirausahaan.
Desa ATM itu, bagaimana caranya pandeglang, Serang, Tangerang mempunyai ciri khasnya masing-masing dan disesuaikan dengan kearifan lokalnya,” Untuk menjadikan desa tangguh perlunya sinegritas antara Dewan Perwakilan Daerah (DPD), pemerintah desa serta masyarakat agar bekerjasama merealisasikan desa tangguh Indonesia maju” Harap Syahrul
Selanjutnya, Jaka Permana menuturkan dengan banyaknya permasalahan-permasalahan yang ada di desa salah satunya pemilahan kepala desa dimana setelah menjadi kepala desa mempunyai kewenangan dan kekuasaan dan bias mengalokasikan dana desa.
“Permasalahan yang terjadi di desa contohnya kepala desa yang mempunyai kewenangan dan kekuasaan sehingga dana desa yang seharusnya untuk pembangunan desa dialokasikan ke hal lain,” ujar alumni Magister Administrasi Publik Untirta
Maka dari itu, disinilah peran mahasiswa sebagai agent of change untuk membantu dan menjadikan desa-desa menjadi desa tangguh dengan memanfaatkan sumberdaya alam dan sumberdaya manusia. (Humas-SAF)