Serang – Dalam rangka menuju ulang tahun ke-12, Suwaib Amiruddin Foundation (SAF) menginisiasi gerakan #Kolaborasi Anak Desa untuk Negeri, gerakan ini merupakan gagasan yang mendorong terwujudnya kerja sama dan gotong royong antara anak-anak desa dengan berbagai pihak untuk kemajuan desanya dan lebih luas lagi untuk berkontribusi membangun negeri. Gagasan ini mengharapkan terwujudnya suatu kerjasama dari berbagi pihak untuk ikut serta mau membangun negeri ini.
Orientasi Gerakan #Kolaborasi Anak Desa untuk Negeri ini mencakup berbagai bidang sesuai dengan kebutuhan masyarakat desa di lapangan seperti bidang Pendidikan, bidang Kesehatan, Bidang pemberdayaan ekonomi, pelestarian Lingkungan, penguatan kapasitas pemuda, penguatan teknologi informasi dan lain sebagainya
Sebagai langkah awal, pada momentum kegiatan Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) BKKBN Provinsi Banten, SAF melakukan MoU sekaligus memberikan cendramata berupa baju Gerakan #Kolaborasi Anak Desa untuk Negeri kepada Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Banten, Ir. Rusman Efendi, M.M., dan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (ASDA I) Provinsi Banten, Dr. Komarudin, M.A.P. sebagai simbol wujud dukungan pemerintah dalam mendukung gerakan ini.
Kedepannya SAF akan menggandeng seluruh stakeholder mulai dari pemerintah, Swasta, aparatur negara, lembaga pendidikan, lembaga usaha, organisasi masyarakat, komunitas lokal dan seluruh elemen masyarakat untuk berkolaborasi Bersama memajukan lingkungan desa.
Direktur Eksekutif SAF, Muhamad Suhada, menyampaikan bahwa kolaborasi ini lahir dari keyakinan akan potensi besar anak-anak desa sebagai agen perubahan.
“Kami percaya, kemajuan desa adalah kunci kemajuan negeri. Melalui gerakan ini, kami ingin anak-anak desa punya ruang, dukungan, dan akses untuk berkontribusi, tidak hanya bagi desanya, tetapi juga untuk Indonesia secara keseluruhan,” ujarnya.
Dengan adanya Gerakan #Kolaborasi Anak Desa untuk Negeri, SAF mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjadi bagian dari perubahan, membangun dari desa, dan mewujudkan sumber daya desa yang unggul dan mandiri menuju Indonesia emas tahun 2045.