Serang- Suwaib Amiruddin Foundation (SAF) bersama Himpunan Mahasiswa Administrasi Publik (HIMA AP) Fakultas Ilmu Soaial dan Ilmu Politik Untirta menyelenggarakan Kuliah Umum dengan tema Pemilu Sebagai Sarana Mendorong Prinsip-Prinsip Demokratisas. Kegiatan tersebut bertempat di Aula Gedung Fisip untirta lantai 1 kampus Sindangsari Serang Banten,
Kegiatan tersebut dihadiri sekitar 170 peserta dari unsur dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan di lingkungan Untirta dan pimpinan sekretariat KPU Banten.
Wakil Dekan III Fisip Untirta Drs. Hasuri, M.Si, menyambut baik kegiatan yang diinisiasi antara SAF dengan HIMA AP Untirta. “kegiatan ini merupakan tradisi akademik yang sering terjadi pada dunia kampus” kuliah umum merupakan salah satu metode dan cara dilakukan oleh kampus agar mahasiswa memiliki wawasan lebih luas terkait kepemiluan.
Hasuri lebih lanjut memberikan apresiasi pada KPU yang secara tugas dan fungsinya mau ikut dan turut secara langsung menyasar kampus dalam memberikan penyadaran terkait kepemiluan pada mahasiswa. “kehadiran KPU di Kampus, menandakan bahwa kampus dan mahasiswa menjadi mitra dalam mensukseskan pesta demokrasi lima tahunan”. “Ujarnya”.
Ketua Hima Aji Sahyudi ketua HIMA AP Untirta dalam laporannya sebagai penyelenggara kegiatan mengucapkan terima kasih dari berbagai pihak yang ikut mendorong terselenggaranya kegiatan kuliah Umum.
“sebagai mahasiswa kita harus bisa mengambil peran dalam mensukseskan pesta demokrasi di negeri ini”. Mahasiswa merupakan kelompok yang memiliki kemampuan untuk dapat mensosialisasikan pada masyarakat tentang pentingnya pemilu.
Sekretaris KPU Banten Ferry Syahminan, S.Sos., M.Si dalam paparannya menyoroti tentang pentingnya pemilu bagi masyarakat Indonesia. Pemilu merupakan sarana bagi seluruh rakyat Indonesia untuk menyampaikan hak suaranya dalam menentukan pipminan di negeri yang kita cintai ini.
Lanjut Ferry bahwa pemilu bukan hanya sekedar sebagai sarana dalam prinsip-prinsip demokratisasi, namun lebih penting lagi pemilu merupakan wadah penghargaan kedaulatan rakyat dalam melakukan pergantian kepemimpinan setiap lima tahun sekali.
“Untuk itulah mahasiswa diharapkan mampu menjadi jembatan dalam mensosialisasikan akan pentingnya pemilu”
Mahasiswa harus tampil terdepan dalam menyuarakan akan pentingnya pemilu yang bertanggungjawab dan adil serta berwibawa. “untuk itulah mahasiswa harus hadir ke TPS dalam memberikan hak suaranya, dan tidak ada alasan untuk tidak hadir karena persoalan lokasi tempat tinggal. “Tegasnya”
“agar tercapai harapan penyelenggaraan Pemilu tahun 2024 yang bertanggungjawab, maka mahasiswa harus hadir dalam mengawal prosesnya dan juga turut mengawasi setiap tahapan dan apabila ada hal yang dianggap terjadi pelanggaran, maka dapat mealporkan pada Bawaslu”. Ujarnya” (Humas SAF)