Serang –SAF (01/08) Pergeseran penanggungjawab internal Rumah Buku Suwaib Amiruddin Foundation (RB-SAF) merupakan tradisi dan budaya yang dilakukan untuk lebih berkiprah ditempat lain. Rumah buku merupakan salah satu wadah untuk menimba pengalaman bagi teman-teman yang pernah diserahin tanggungjawab mengelola rumah buku.
Hal itu disampaikan Direktur Ekesekutif Suwaib Amiruddin Foundation (SAF) Mochammad Fahmi Abduh pada kegiatan penyerahan tanggungjawab pengelolaan Rumah Buku SAF bertempat di Rumah Buku SAF (01/08).
Pergantian dilakukan dari saudara Jaka Permana sebagai Derektur Rumah Buku SAF yang lama ke Khairul Anam sebagai Direktur Rumah Buku SAF yang baru, Sebenarnya lebih pada berbagi tanggungjawab semata dan saudara Jaka Permana diberikan tugas baru untuk mengembangkan Suwaib Amiruddin Foundation (SAF) dari aspek-aspek kapasitas intelektual lainnya. “tegas mantan Wakil Presiden Mahasiswa Untirta dan juga pernah duduk menjadi Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Fisip Untirta”.
Jaka Permana membenarkan pernyataan Fahmi, bahwa sebenarnya pergantian ini lebih pada, saya diminta untuk dapat mengembangkan aspek kapasitas intelektual SAF dari aspek lain. “Ungkap mantan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa FISIP Untirta”.
Jaka panggilan akrabnya, menegaskan bahwa untuk tugas baru yang diberikan oleh Direktur Eksekutif pada saya, sebenarnya lebih pada tugas mulia dari aspek pengembangan intelektual baik secara akademik maupun pengabdian pada masyarakat. “tegas Mahasiswa semester awal Program Pascasarjana MAP Untirta”
Khairul Anam, meminta dukungan sepenuhnya pada Jaka Permana sebagai pendahulunya agar dapat berbagi pengalaman dalam menjalankan tugas sebagai Direktur Rumah Buku SAF, karena tanpa dukungan dan ilmu serta pengalaman tidak dapat berjalan dengan baik. “Harap Mahasiswa Program Pascasarjana Ekonomi Syariah UIN SMH Banten”.
Kegiatan ini turut hadir Direktur Program SAF Miftahul Ulum dan beberapa Relawan SAF turut hadir menyaksikan penyerahan tanggungjawab Rumah Buku SAF.
Lanjut Ulum, bahwa penyerahan tanggungjawab, sebenarnya sudah dilakukan musyawarah dengan Dewan Pembina/Guru Kami Kanda Suwaib Amiruddin, dan beliau memberikan keleluasaan pada kami untuk dapat berkiprah lebih luas kalu hal itu dipandang perlu. “Tutur Alumni Program Pascasarjana Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Untirta”. (Humas-SAF)