Serang (SAF-5/4) pelaksanaan pemilu 2019 akan diselenggarakan pada tanggal 17 April, waktunya tinggal beberapa hari. Pemilu harus berintegritas dan jauh dari intervensi oleh kelompok manapun agar pemilu 2019 tetap berwibawa. Hal itu disampaikan oleh Mochammad Fahmi Abduh Direktur Eksekutif Suwaib Amiruddin Foundatioon (SAF) dalam acara sosialisasi pemilu 2019 yang diselenggarakan oleh Suwaib Amiruddin Foundation (SAF) bekerjasama dengan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Serang bertempat di Rumah Buku Suwaib Amiruddin Foundation Perumahan Persada Banten Blok D3 No.1 Kota Serang-Banten (5/4).
Dalam sambutan pembukaan acara sosialisasi Fahmi menegaskan bahwa pemilu harus dikawal oleh semua elemen masyarakat. Karena pemilu merupakan pesta demokrasi milik seluruh rakyat Indonesia, sehingga kita semua memiliki kewajiban yang sama untuk mengawal dan mengawasi pemilu 2019.”tegasnya”
Lanjut Fahmi pemilu 2019 merupakan momentum pesta demokrasi yang sangat meriah, karena dilakukan secara serentak untuk memilih anggota DPD, DPR, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/kota serta pemilihan presiden dan wakil presiden. Kemeriahan ini kita perlu mengambil peran berdasarkan segmentasi dan kemampuan kita secara bersama-sama dan jangan sampai pemilu 2019 membuat persaudaraan kita retak. Jadikan pemilu 2019 sebagai wadah untuk kita semakin bersatu dan saling menghargai pilihan kita.” Pesannya”.
Narasumber dalam kegiatan tersebut Suwaib Amiruddin Sosiolog, Nasehudin Anggota Bawaslu Banten, Agus Aan Hermawan Anggota Bawaslu Kota Serang. Serta didampingi Jaka Permana Direktur Rumah Buku SAF, Khairul Anam Direktur Media Center SAF, dan Miftahul Ulum Direktur Program SAF. Peserta yang hadir dari kalangan pemuda, organisasi kemasyarakatan, organisasi kemahasiswaan, BEM dari berbagai kampus di Kota Serang serta penyelenmggara pemilu se-Kota Serang berjumlah sekira 97 peserta.
Kegiatan sosialisasi ini daihadiri pula Tubagus Rahmat duta kampanye positif pemilu 2019 yang telah di nobatkan pada acara deklarasi bersama antara KPU Banten dan Bawaslu Banten yang telah di inisisasi oleh Suwaib Amiruddin Foundation.
Suwaib memberikan pandangannya bahwa pemili perlu dikawal dan diawasi secara bersama-sama, karena pertarungan ini merupakan pertarungan yang diperebutkan oleh berbagai kalangan terutama peserta pemilu sehingga bisa saja ada diantara mereka yang menggunakan cara-cara yang tidak baik, sehingga perlu diawasi, terutama yang melanggar dari tahapan-tahapan yang sudah ditentukan oleh penyelenggara. Harapnya”.
Sedangkan Nasehudin menegaskan bahwa pemilu merupakan wadah demokrasi yang siapa saja memeiliki peluang yang sama untuk ikut berpartisipasi dan berkompetisi danmun tetap memegang teguh rambu-rambu aturan yang ada, dan apabila ada yang dinayakan melanggar maka Bawaslu berkewajiban untuk memproses pelanggaran yang dilakukan oleh peserta pemilu sesuai dengan kondisi pelanggarannya” kami berharap agar setiap peserta pemilu harus ikut serta dalam mematuhi rambu-rambu dan aturan yang ada, agar proses pemilu tetap berjalan dengan baik sesuai dengan tahapan. “Tegasnya”.
Hal itu di tegaskan oleh Agus, bahwa pemilu perlu dilakukan pengawasan secara bersama-sama agar peserta pemilu tetap berada pada koridor aturan. “kompetisi dalam pemilu, harus dilakukan secara sengit namun jangan sampai melupakan rambu-rambu yang telah ditetapkan oleh penyelenggara. Peserta pemilu perlu juga saling mengingatkan sesama peserta pemilu, tentunya dengan bahasa yang soapn dan santun agar pemilu dapat berjalan secara berwibawa karena kita merasa memilki tanggung jawab bersama.
Jaka selaku tuan rumah kegiatan mengucapkan terima kasih atas kehadiran narasumber dan Bawaslu kota Kota Serang sudah bekerjasama dengan Suwaib Amiruddin Foundation, kerjasama ini kami berharap tetap berkesinambungan. Dan Jaka juga menyampaikan pada peserta bahwa Rumah Buku sangat terbuka bagi semua elemen organisasi yang mau bekerjasama dengan SAF dan menggunakan fasilitas Rumah Buku SAF, namun tetap terjadwal. “Imbuhnya”. (Humas-SAF)