Kota Serang (28/05/23) – Suwaib Amiruddin Foundation (SAF) berkolaborasi dengan BEM STIA Maulana Yusuf Banten mengadakan Dialog Publik dengan mengusung tema “Mendorong pembangunan berkelanjutan di desa” Berlokasi di Kampus STIA Maulana Yusuf Banten Pada Sabtu Sore (27/05/23)
Djasuro mengungkapkan dalam pemaparan materinya bahwa pembangunan berkelanjutan tidak terlepas dari poin-poin Sustainable Development Goals (SDGs) yang sedang di gencar oleh pemerintah Indonesia saat ini.
“Berbicara masalah pembangunan di desa tidak lepas dari SDGs. SDGs merupakan suatu aksi rencana global yang di sepakati para pemimpin termasuk Indonesia, guna mengurangi kemiskinan, mengurangi kesenjangan dan melindungi lingkungan. SDGs di desa merupakan upaya konkret dalam mambangun bangsa, SDGs desa merupakan turunan dari Perpres No.59 Tahun 2017 tentang Pelaksanaan Pencapaian Pembangunan Nasional berkelanjutan atau SDGs Nasional. Tujuannya agar SDGs Nasional dapat tercapai melalui upaya pencapaian SDGs desa secara terpadu. Beberapa program prioritas nasional yang merujuk kepada SDGs sesuai kewenangan desa meliputi pendataan desa, pemetaan potensi & sumber daya, dan pengembangan ekonomi informasi dan komunikasi, pengembangan desa wisata, pembuatan ketahanan pangan, pencegahan stunting didesa, dan desa inklusif.” Ungkap Ketua STIA Maulana Yusuf Banten dalam pemaparan materinya.
Hal lain di sampaikan oleh Fahmi dalam pemantik diskusi menyampaikan bahwa untuk membangun desa banyak aspek yang harus di persiapkan dan di dukung penuh oleh masyarakat khususnya kalangan anak muda yang mampu berkolaborasi dan mengadvokasi berbagai potensi desa untuk mendorong pembangunan berkelanjutan di desa,
“Berbicara Pembangunan berkelanjutan desa kita perlu tau titik mana yang belum dikerjakan. Nah inilah kita perlu melakukan pendataan terlebih dahulu untuk menginventarisir terutama terkait potensi desa. Selanjutnya kita perlu mengadvokasi perihal potensi desa dengan melibatkan media untuk mengekspos sehingga menimbulkan respon yang baik pihak lain, bukan hanya pemerintah tetapi bisa saja pengusaha, dll. Inovasi-inovasi di desa juga perlu ditingkatkan dengan melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak, dan tentunya Kita sebagai anak muda perlu melakukan pergerakan mendorong desa agar lebih maju. Selain itu, penguatan SDM desa juga tidak kalah penting karena pembangunan desa tergantung dari kualitas SDM nya, Oleh karena itu, perlu juga dilakukannya peningkatan mutu pendidikan dan berbagai macam edukasi mengenai berbagai hal agar masyarakat desa terdidik. Itu merupakan hal yang penting. Dengan begitu secara sumber daya di desa makin hari makin meningkat.” Jelas Fahmi dalam pemantik diskusinya.
Direktur eksekutif SAF Muhamad Suhada menyampaikan bahwa kegiatan diskusi ini diharapkan menjadi jembatan bagi mahasiswa khususnya para kaum akademisi untuk bersama-sama bergotong royong membangun SDM desa di masing-masing wilayahnya.
“Desa ini kalo kita amati bersama merupakan salah satu pondasi yang menunjang pembangunan nasional, karena beragam permasalahan pembangunan nasional akarnya ada di desa. Kalo desanya maju, makan pembangunan nasional pun akan maju, begitu pula sebaliknya. Sehingga hal ini perlu kita dorong bersama-sama dan dimulai dari pribadi kita sesuai dengan kemampuan terbaik yang bisa kita berikan agar pembangunan di desa dapat merata dan tentunya ini akan berdampak besar kepada pembangunan nasional yang berkelanjutan”. Ujar Suhada