CILEGON, (KB).- (22/2) Wali Kota Cilegon Edi Ariadi buka suara tentang calon Wakil Wali Kota Cilegon. Ia bersedia untuk terlibat dalam proses pemilihan nanti, jika partai koalisi pasangan Tubagus Iman Ariyadi-Edi Ariadi menghendaki.
Pernyataan tersebut disampaikan Edi Ariadi menyikapi saran dari pengamat politik Suwaib Amirudin terkait pola pemilihan wakil wali kota secara kondusif. Kepada Kabar Banten, dia sebelumnya menyarankan, agar partai koalisi melibatkan Edi dalam proses pemilihan nanti.
“Kalau memang ada wacana seperti itu, beri saya dua nama. Jika sudah ada dua nama, nanti saya pilih,” ujar Edi Ariadi.
Edi tidak mempersoalkan apakah sosok wakilnya nanti berasal dari birokrasi maupun politisi. Terpenting, wakil wali kota nanti bisa bekerja sama dengan dirinya untuk kepentingan masyarakat Kota Cilegon.
“Siapa pun sosok yang terpilih nanti, sebetulnya tidak masalah bagi saya. Asalkan dia itu bisa mendukung saya. Sebab, pekerjaan rumah (PR) Pemkot Cilegon itu cukup banyak, untuk sisa waktu dua tahun ini,” ujarnya.
Ia menuturkan, sejumlah megaproyek Pemkot Cilegon dalam RPJMD 2016-2021 belum terselesaikan. Baik pembangunan Jalan Lingkar Utara (JLU), gedung pemerintahan enam lantai hingga Pelabuhan Warnasari.
“PelabuhanWarnasari inilah yang paling sulit, sebab ada beberapa persoalan yang terbentur dengan regulasi Pemerintah Pusat,” ucapnya.
Terpenting, tutur dia, sosok wakil nanti memahami peranan dalam posisi sebagai wakil wali kota, yakni mendukung wali kota dalam kebijakan-kebijakan yang dibuat.
“Paling penting itu, jangan memosisikan diri sebagai wali kota. Kan sudah ada saya wali kotanya, jadi saling mengerti peran masing-masing, juga bekerja sama dalam menjalankan roda pemerintahan,” tuturnya.
Sementara itu, Sekretaris DPD Golkar Kota Cilegon Sutisna Abbas memiliki pandangan lain tentang saran Suwaib Amirudin. Ia tidak setuju, jika partai koalisi melibatkan Edi dalam pemilihan wakil wali kota nanti.
“Menurut saya, pak Suwaib harus mengkaji lagi saran itu. Tidak mungkin partai koalisi meminta saran siapa wakil wali kota paling pantas kepada pak Edi. Biarkan itu menjadi ranah partai koalisi, berdasarkan tahapan-tahapan yang memang telah diatur dalam pelaksanaan pemilihan wakil wali kota,” katanya.
Ia mengatakan, dalam waktu dekat, pihaknya akan mengundang partai-partai koalisi untuk proses pemilihan wakil wali kota. Ia menyatakan, jika Ratu Ati Marliati selaku sosok yang diusung sebagai bakal calon Wakil Wali Kota Cilegon, akan mengundurkan diri dalam waktu dekat.
“Kapan bu Ati mengudurkan diri, itu haknya beliau. Tapi, bu Ati sempat bicara, akan melayangkan surat pengunduran diri setelah pelantikan pak Edi. Sementara, pak Iman (Ketua DPD Partai Golkar Cilegon Tubagus Iman Ariyadi), dalam waktu dekat akan berkirim surat. Isinya undangan untuk partai-partai koalisi untuk pertemuan,” ujarnya.
Pada bagian lain, Ratu Ati Marliati membenarkan kesiapan pengunduran diri. Namun, dia tidak menegaskan waktu pengunduran dirinya tersebut. (AH)* (Anam-SAF)