SERANG – Akademisi dari Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) Suwaib Amiruddin menilai, tiga besar calon Sekda Banten diisi individu yang unggul sehingga memiliki kans yang sama untuk dipilih gubernur. Meski demikian, masing-masing dari mereka memiliki kelebihan dan kekurang yang mesti menjadi pertimbangan.
Seperti diketahui, pansel telah menyerahkan tiga besar nama calon Sekda Banten ke gubernur. Hasil penjaringan akhir tertuang dalam surat pengumuman pansel Nomor 025-PANSEL-JPTM/2019 tertanggal 15 Februari 2019.
Adapun tiga nama yang direkomendasikan adalah Widyaiswara Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Dalam Negeri Al Muktabar. Dua nama lainnya adalah profesor riset Lembaga Ilmu Pendidikan Indonesia (LIPI) Lili Romli dan Sekretaris KPU Provinsi Banten Septo Kalnadi.“Saya melihatnya ketiganya punya peluang yang sama. Mereka punya kapasitas, tapi tiga-tiganya juga punya plus dan minusnya masing-masing,” ujar Suwaib saat dihubungi Banten Raya, Senin (18/2).
Pemegang gelar doktor dari Universitas Padjdjaran itu menjelaskan, kelebihan dan kekurangan masing-masing kandidat. Pertama adalah sosok Al Muktabar dengan kelebihannya sebagai pegawai Kemendagri. Pegawai kementerian tentunya memiliki jaringan ke pemerintah pusat. Al Muktabar dinilai mampu memfasilitasi kepentingan daerah dengan program yang dimiliki pemerintah pusat.
Sementara yang menjadi kekurangannya Al Muktabar adalah seorang birokrat tulen. Akibatnya, Al Muktabar dirasa kurang memiliki kapasitas dalam membangun komunikasi politik. “Menjadi sekda itu selain ahli dalam kemampuan birokrat tapi juga harus cakap membangun komunikasi politik antara pemerintah daerah dengan DPRD. Saya rasa ini yang menjadi kekurangannya. Agak terputus nanti komunikasinya,” katanya.
Sementara untuk kandidat lainnya yaitu Lili Romli menjadi yang sebaliknya. Dengan sepak terjangnya saat ini, Lili dinilai memiliki kapasitas untuk mengolah politik. Lili juga lihai dalam membaca dan menganalisa kondisi politik. Dengan demikian, pria asal Kabupaten Serang itu dinilai akan mampu membangun jembatan komunikasi antara pemerintah dengan DPRD.
“Pak Lili Romli memang memiliki kemampuan dalam mengolah politik. Kekurangan Pak Lili itu belum pernah duduk di birokrat sehingga jika beliau dipercaya menjadi sekda perlu beradaptasi terlebih dahulu,” ungkapnya.
Untuk nama kandidat terakhir yaitu Septo Kalnadi, Suwaib menilainya memiliki poin lebih yang berasal dari latar belakangnya. Seperti diketahui, Septo pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan Daerah (DPPKD) Kota Cilegon. Di mana penguasaan pengelolaan keuangan daerah adalah salah satu kriteria untuk menjadi seorang sekda.
“Tapi tingkat kabupaten/kota kan beda dengan provinsi. Kecuali beliau di pengelolaan keuangan daerah di tingkat provinsi ya itu lain soal. Ada beberapa komunikasi yang berbeda. Pak Septo juga jam terbang di tingkat provinsi belum begitu maksimal,” tuturnya seraya mengatakan, Septo hanya menduduki jabatan Sekretaris KPU Banten selama statusnya sebagai pegawai pemprov.
Dosen FISIP Untirta berharap, agar gubernur pandai memilah kelebihan dan kekurangan para calon sekda. Gubernur harus mampu menjatuhkan pilihan pada sosok yang sesuai dengan gaya kepemimpinannya.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Banten Ali Zamroni mengatakan, andai dia menjadi gubernur maka calon sekda yang akan dipilihnya adalah sosok yang bisa bekerja sesuai dengan ritmenya. Sebab, saat ini gubernur sudah menjalani setengah periode kepemimpinannya. Konsekuensinya, program yang menjadi skala prioritas atau yang dijanjikannya harus segera terlaksana.“Sekda itu sebagai kepala para OPD harus bisa mengakomodasi terhadap program-program yang menjadi skala prioritas dari Gubernur. Kalau sekda tidak bisa mengakomodasi dan jalan sendiri-sendiri ya percuma,” katanya.
Disinggung siapa sosok yang paling cocok mengisi kursi Sekda Banten, politikus Partai Gerindra itu enggan menjawabnya. Dia tak bisa menjatuhkan pilihan karena ketiga calon sekda masih kurang familiar di lingkungan DPRD Banten.“Mohon maaf saya harus bicara ini tiga-tiganya kurang familiar di kalangan kita, tapi mudah-mudahan nanti bisa milih yang terbaik diantara tiga itu,” ucapnya.
Pada prinsipnya DPRD Banten akan mendukung apa yang menjadi keputusan gubernur terkait nama calon yang diusulkan pada presiden. “Mudah-mudahan itu yang terbaik dan mudah-mudahan sekda terpilih ini bisa menjadi bekerja sesuai tupoksinya. Jangan kemudian seperti tidak punya power, repot nantinya,” tuturnya. (dewa)/ (Anam-SAF)
Sumber Berita: http://bantenraya.com/berita/2019/02/19/5583/calon-sekda-punya-plus-dan-minus #ixzz5g0B9l0qL