1 Muharam 1445 H: Tahun Politik, Momentum Merajut Kebersamaan Dan Kepedulian

Spread the love

1 Muharam 1445 M: Tahun Politik, Merajut kebersamaan Dan Kepedulian

Mengawali tulisan ini, pertama-tama saya mengucapkan selamat tahun baru Islam 1 Muharam 1445 H. Semoga umat manusia yang memperingatinya senantiasa diberikan keberkahan atas bertambahnya era dan peradaban yang semakin bergerak. Keberkahan tahun baru islam tentunya harus menjadi sebuah momentum untuk menjadi insan manusia yang memiliki komitmen berkemajuan dalam sebuah peradaban yang terus bergerak.

Perlu dicatat bahwa negeri kita saat ini, diperhadapakan situasi dan kondisi politik yang akan diselenggarakan pada pemilu tahun 2024. Walaupun pelaksanaan pemilu akan diselenggarakan pada tahun 2024, namun imbas konstelasinya ada di tahun 2023 (1 Muharam 1445 H). Mungkin secara sederhanyanya tahun 2023  merupakan tahun hangatnya suasana dan situasi politik. Selain itu, tahun ini juga merupakan tahun suguhan issu dan strategi bagi kalangan politisi untuk menarik perhatian masyarakat, baik untuk mengejar popularitas dan juga mengejar keterpilihan pada pemilu 2024.

Maraknya strategi politisi itulah, sehingga tahun 2023 (1 Muharam 1445 H) dijadikan sebagai tahun “start kampanye” dan atau tahun memperkanalkan diri bagi kalangan politisi. Apalagi tata aturan berkaitan pembatasan kampanye belum begitu ketat namun seharusnya tetap memegang koridor dan nilai-nilai politik yang etis. Norma dan tata kelakuan sebagai pegangan yang sebenarnya tidak tertulis, namun sebaiknya politisi tetap harus saling menghargai satu sama lain. Penghargaan itu sebenarnya bukan hanya sesama politisi saja, namun juga harus menghargai struktur aturan yang ada.

Kehadiran penyelenggara pemilu perlu dijunjung tinggi atas segala aturan main yang telah di buat. Penyelenggara pemilu sebagai petugas yang diberikan amanah oleh negara sebagai pelaksana aturan kepemiluan, tentu dapat berjalan dengan baik ketika dibangun prinsip kebersamaan. Korior aturan bisa berjalan dengan baik dan akan bisa ditegakkan apabila pihak peserta pemilu menghargai keberadaan penyelenggara yang diberikan kewenangan menegakkan aturan kepemiluan. Saling menghargai satu sama lain merupakan salah satu modal yang sangat penting dalam menertibkan situasi politik di negeri kita saat ini.

Secara realitas sosial, situasi dan kondisi politik tahun 2023 “dianggap memanas” baik dari segi strategi dan issu yang dianggkat oleh politisi dan kalangan tim sukses. Saling menyerang sesama politisi pun terjadi, baik secara langsung dan juga maupun melalui media sosial. Situasi politik boleh memanas, namun tetap kita harus menjaga keseimbangan dan harmonisasi melalui komitmen bersama untuk merajut kebersamaan dan kepedulian sesama manusia yang saling menghargai dalam menghadapi peradaban politik pada pemilu tahun 2024.

Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharam 1445- 19 Juli 2023

Suwaib Amiruddin