Rangkasbitung – (24/11) Pancasila sebagai ideologi dasar, tentu sudah menjadi keharusan bagi warga negara untuk menginternalisasikan nilai-nilai pancasila dalam kehidupan sehari-hari sebagai warga negara Indonesia. Pancasila bukan hanya sekedar simbol, namun pancasila harus menjadi patokan dalam setiap sendi-sendi kehidupan dan pengambilan kebijakan. Menurut Ketua STISIP Suwaib Amiruddin, langkah strategis dalam mendukung sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara, seharusnya Pancasila menjadi acuan yang sangat strategis untuk dijabarkan hingga ke masyarakat tingkat lokal. Selanjutnya pemerintah juga perlu memberikan contoh tauladan dalam hal kepemimpinan pada warga negara, agar terjalin komunikasi dan keterpaduan program pemerintah dan masyarakat.
“STISIP Setia Budhi sebagai kampus yang menjunjung tinggi Tridarma Perguruan Tinggi, memiliki Darma Pengabdian Pada Masyarakat. Kegiatan Perkampungan Pancasila merupakan realisasi dari kerjasama antara STISIP Setia Budhi Rangkasbitung dengan Kementerian Dalam Negeri yang dilaksanakan pada 1 Juni 2017 di Kantor Kemendagri RI. Kegiatan perkampungan Pancasila sebagai bagian komitmen STISIP untuk membantu pemerintah dalam melakukan internalisasi nilai-nilai Pancasila hingga tingkat implementasi pada masyarakat” ujarnya.
Suwaib berpandangan bahwa Ideologi Pancasila bukan hanya berada diatas kertas, dan hanya didiskusikan pada tataran elit saja, namun harusnya Pancasila sebagai Ideologi harus di terjemahkan secara langsung pada masyarakat. Apabila nilai-nilai Ideologi Pancasila sampai pada tataran masyarakat, maka negeri ini akan berjalan sebagaimana mestinya sesuai dengan amanat pendiri bangsa yang berpedoman pada nilai-nilai Pancasila.
lanjut Suwaib “Kegiatan awal pendirian Perkampungan Pancasila akan diinisisasi se-Provinsi Banten dan bahkan kalau bisa kita akan bekerjasama dengan kelompok-kelompok serta organisasi lokal di seluruh Indonesia untuk mendirikan Perkampungan Pancasila. Tujuan akhir dari perkampungan Pancasila adalah bagaimana masyarakat bisa menggalakkan nilai-nilai Gotong Royong, Tolong Menolong, dan menumbuhkan sikap Toleransi di tengah keberagaman Indonesia, tegasnya. (Humas)