SERANG, SAF – Suwaib Amiruddin Foundation (SAF) menggelar sosialisasi sadar pemilihan umum (pemilu) 2024 yang pertama di Rumah Buku SAF. Sabtu, (2/6)
Sosialisasi ini dihadiri oleh narasumber Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Serang, Ade Jahran. Komisioner KPU Kota Serang, Patrudin. Komisioner Bawaslu Kota Serang, Agus Humaidi. Akademisi, Moh Rizky Godjali. Dan Aktivis Pemuda, Moch Fahmi Abduh.
Selain itu, sosialisasi ini dihadiri oleh berbagai mahasiswa dari Ikatan Pemuda Muhammadiyah (IPM) Kota Serang, Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Komisariat Untirta, Keluarga Mahasiswa Pandeglang (Kumandang) Komisariat Untirta, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat FKIP Untirta, serta Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Untirta.
Ketua Pelaksana, Ikhsan Dinn Islam berpendapat mengenai pemilihan umum menjadi salah satu bentuk dari negara demokrasi seperti Indonesia. Dan masyarakat ikut serta dalam hak pilih.
“Sistem pemilihan umum menjadi salah satu bentuk dari negara demokrasi seperti Indonesia. Di sinilah peran rakyat diikutsertakan untuk menyuarakan, menyampaikan dan mengambil keputusan,” jelas Ikhsan
Ikhsan pun berharap melalui sadar pemilu ini masyarakat dapat menentukan pilihannya dan tidak golongan putih (golput).
“Saya berharap dari diskusi ini mereka sadar bahwa dari kata 1 suara yang akan dipilih menentukan siapa pemimpin kelak kita nanti dan kemana arah tujuan Indonesia bergerak,” harap Ikhsan
Secara bersamaan, Direktur Rumah Buku SAF, Aidil Syahrun Abdi menuturkan pemilu 2024 masih lama pelaksanaan yaitu tanggal 14 Februari 2024 akan tetapi proses dari pemilu ini dimulai sejak tahun 2022 dan sasarannya pun untuk generasi Z.
“Pemilu 2024 memang masih lama namun proses dari pemilu sudah dimulai sejak 2022 dan juga target dari kegiatan ini adalah untuk generasi z khususnya yang dimana ada yang baru memulai untuk memilih nanti di 2024,” jelas Aidil
Aidil pun mengharapkan Kegiatan sosialisasi ini terus berlanjut dan difokuskan untuk siswa-siswi SMA/sederajat.
“Kegiatan ini diharapkan akan terus berlanjut kedepannya dan difokuskan kepada anak-anak sekolah yang nanti di tahun 2024 akan memiliki hak memilih,” tutup Aidil