Relawan Anak Desa Bangun Perpustakaan Desa

Spread the love

CIKEUSIK ­ – Sebuah perkumpulan yang bernama Relawan Anak Desa mendeklarasikan diri untuk membangun perpustakan desa di wilayah terpencil dan terbelakang. Sebagai langkah awal, Relawan Anak Desa sudah mendirikan perpustakaan desa yang pertama dirintis di Desa Ranca Senang Kecamatan Cikeusik Pandeglang, tepatnya pada pelaksanaan Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei 2015.

“Kami ingin mengubah citra Cikeusik bukan sebagai wilayah konflik dan sarang kekerasan, melainkan daerah terpelajar. Coba aja ketik kata Cikeusik di internet, pasti yang muncul hal yang sadis. Untuk itu kami bersama masyarakat Cikeusik ingin merubah wilayah ini menjadi kota pendidikan,” tegas Kordinator Pusat Relawan Anak Desa Nurjaya Sumanah, saat louncing pendirian perpustakaan desa di Kecamatan Cikeusik, akhir pekan kemarin.

Menurut Nurjaya, Relawan Anak Desa dibentuk di bawah pembinaan Suwaib Amiruddin Foundation (SAF). Relawan Anak Desa bergerak atas keprihatinan dari kondisi pendidikan dan fasilitas bacaan buku yang terbatas di pedesaan. “Buku yang kami kumpulkan dari buku-buku bekas tapi masih layak dibaca, sejauh ini kami menerima bagi siapa saja yang mau menyumbangkan bukunya agar kami distribusikan ke wilayah terbelakang.

Kami melakukan kegiatan ini secara tulus hanya dengan modal sosial, berharap semua pihak bisa mendukungnya agar anak-anak wilayah terpencil bisa menikamti baca buku” ungkap Ketua SAF yang juga lahir di tanah Cikeusik ini.

Pendirian perpustakaan tersebut dihadiri sekitar 60 anak desa seusia SD dan SMP serta para pemuda yang antusias menyambut perpustakaan desa di kampungknya. Hadir dalam kesempatan itu Sekertaris Kecamatan Cikeusik Yayan Sofyan, Kepala Desa Ranca Senang Edi Supriatna dan Pembina Relawan Anak Desa Dr Suwaib Amiruddin yang didampingi Direktur Rumah Buku SAF Agus Aan Hermawan.

Menururt Suwaib sejauh ini masih banyak kantor desa yang sepi aktivitas. “Para kepala desa banyak yang memindahkan kantornya dirumah pribadinya. Saya berharap dengan adanya Relawan Anak Desa yang bekerja sosial merintis perputakaan kantor desa menjadi ramai dikunjungi dan menjadi pusat kegiatan semua masyarakat,” ujar Sosiolog Untirta ini.

Sekmat Cikeusik Yayan Sofyan mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, perpustakaan desa bisa menambah pengetahuan pada anak desa. Selain itu menurutnya bisa mendorong minat baca pada anak-anak kampung di pedesaan.

“Saya sangat mendukung kegiatan anak muda Relawan Anak Desa untuk memajukan pendidikan di wilayah kami. Insyallah kegiatan SAF ini akan kami bawa dalam rapat koordinasi tingkat kecamatan agar desa lain di Kecamatan Cikeusik mengikuti untuk merintis perpustakaan anak desa,” ujarnya. (muhaemin)

Sumber: Banten Raya