Lampung – Prodi Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lampung menggelar kegiatan kuliah pakar mengangkat tema “Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Pesisir” di aula FISIP UNILA pada Rabu, (06/03/2024).
Narasumber kuliah pakar Prof. Dr. Suwaib Amiruddin, M.Si menyampaikan bahwa masyarakat pesisir sebagai komunitas yang bermukim di kawasan pesisir pantai dan bergantung hidup dari biota laut, mulai dari kawasan pesisir pantai hingga pada dasar laut. Profesi masyarakat pesisir sebenarnya ada juga yang menggantungkan hidup pada agraria atau kawasan pertanian.
“Masyarakat itu, terutama masyarakat yang berdiam dan menetap pada permukiman yang beririsan langsung dengan kawasan perladangan dan persawahan. Secara umum masyarakat pesisir sebagian besar lebih menggantungkan hidupnya sebagai nelayan tangkap tradisonal dan nelayan tangkap terkoneksi dengan teknologi,” ujarnya
Selain itu, Suwaib menyampaikan beberapa jenis usaha lain yang dilakukan oleh masyarakat pesisir selain nelayan dan petani.
“Ada juga masyarakat yang memanfaatkan kawasan bibir pantai dengan berusaha menanam dan budidaya rumput laut, kemudian ada juga masyarakat pesisir yang memanfaatkan kawasan sekitar pantai dengan membuka lahan produksi garam dan budi daya ikan melalui wadah pertambakan,” tandasnya.
Dari beragam jenis usaha dan kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat pesisir perlu diperkuat oleh dukungan kebijakan pemerintah agar dapat lebih berdaya dan memiliki kemampuan untuk dapat berkesinambungan dalam melanjutkan usahanya.
“Kebijakan program pemerintah selama ini, bagi komunitas nelayan dan masyarakat pesisir masih belum tersentuh secara maksimal , sehingga akses sumberdaya permodalan dan kepemilikan teknologi sangat terbatas. Situasi yang terbatas itulah, maka nelayan tetap mengalami keterbatasan penghasilan dan pada akhirnya tetap miskin,” ujarnya.
Kepemilikan fasilitas sarana dan prasarana tempat tinggal tidak layak huni dan akses pendidikan sangat terbatas menjadi faktor masyarakat pesisir saat ini kurang berdaya, pemerintah saat ini lebih banyak fokus mendorong sektor pariwisata sebagai salahsatu upaya dalam melibatkan masyarakat pesisir.
Pemberdayaan sebagai salah satu pendekatan yang sangat penting dilakukan, salah satu program pemberdayaan yang selama ini dilakukan oleh pemerintah adalah mendorong sektor pariwisata melalui pemanfaatan kawasan pesisir agar dapat melibatkan masyarakat lokal. Namun hal tersebut masih belum cukup untuk menyentuh seluruh lapisan masyarakat pesisir secara langsung,” pungkasnya.
Penulis: Humas SAF