Rumah Buku Suwaib Amiruddin Foundation (SAF) menyelenggarakan buka puasa bersama di Rumah Buku SAF komplek Persada Banten Blok D3 No. 1 Kota serang (3/4). Acara buka puasa dilaksanakan dengan penuh suasana keakraban walaupun fasilitasnya sangat sederhana.
Ketua Yayasan Suwaib Amiruddin Foundation (SAF) Tubagus Rahmat dalam sambutannya mengatakan bahwa acara buka puasa sudah menjadi bagian dari tradisi rutin tahunan. Buka puasa yang dilakukan setiap tahun hanya mengundang kolega dan relawan SAF serta keluarga besar, terutama teman-teman yang pernah hadir dan berkecimpung di rumah Buku SAF dari masa ke masa.
“Esensi dari buka puasa bukan hanya sekedar kita berkumpul, namun lebih pada mengakrabkan tali silaturahmi diantara keluarga besar”. “Ucap Akademisi Universitas Serang Raya Banten”.
Lanjut Rahmat bahwa buka puasa kali ini bukan hanya dilihat dari aspek momentumnya saja, namun lebih pada nilai-nilai silaturahmi yang tetap kita bangun dan diantara kita terjaga rasa empati yang tinggi dari generasi ke generasi. Nilai-nilai inilah yang di ajarkan untuk ditularkan oleh para pendiri dan pembina SAF, dan sebagai bagian dari keluarga memiliki kewajiban untuk menjaganya dimanapun kita berada. “Tegas Alumni Magister Pendidikan Untirta”
Direktur Eksekutif Suwaib Amiruddin Foundation (SAF) Muhammad Suhada menyampaikan rasa syukurnya bahwa buka puasa dapat terselenggara dengan baik, walaupun dengan menu makanan yang sangat sederhana.
Ngariung beralaskan daun pisang merupakan tradisi makan bersama-sama dalam rangkaian buka puasa, bukan dilihat dari menu makanannya. Tradisi buka puasa lebih pada makna kebersamaan dan kekeluargaanya
“kita duduk bareng dan menikmati menu makan buka puasa tanpa ada jarak antara satu dengan yang lainnya. “Harap mahasiswa semester akhir Program Studi Ilmu Komunikasi Untirta”
Direktur Rumah Buku SAF Aidil Syahrun Abdi sebagai panita sekaligus tuan rumah kegiatan buka puasa bersama menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kehadiran para relawan SAF dan kakak senior dan para pendahulu yang berkecimpung di rumah Buku SAF.
Kehadiran beliau-beliau merupakan bagian kebanggan tersendiri bagi kami, karena hubungan baik tetap terjalin dengan baik hingga saat ini. “ujar Alumni Fakultas Hukum Untirta”. (Humas SAF)