
Lebak, 19 Oktober 2019 – Suwaib Amiruddin Foundation (SAF) kembali mengadakan saresehan membangun daerah yang bertemakan “Hendak dibawa kemana DPRD Lebak” yang terlaksana di Alun-alun Rangkasbitung, Kabupaten Lebak Provinsi Banten pada tanggal 17 Oktober 2019 pukul 15.00 WIB.
Dalam diskusi tersebut dihadiri oleh 4 narasumber yaitu Nursailan, S,IP (Tim Ahli DPR-RI), Peri Purnama, SH (Anggota DPRD Lebak, Fraksi Nasdem), Agus Hiplunudin, M.Sc (Peneliti dari Suwaib Amiruddin Foundation), dan Wakyudi, SP., M.Si (Pemerhati Tata Ruang dan Wilayah)
Pada kegiatan saresehan tersebut dibuka langsung oleh Direktur Eksekutif Suwaib Amiruddin Foundation (SAF) yaitu Mochamad Fahmi Abduh, S.AP, dalam pembukaannya menyampaikan bahwa pentingnya kegiatan saresehan ini guna menumbuhkan semangat membangun daerah dengan berdialog untuk menghasilkan beberapa kesimpulan yang bisa menjadi masukan bagi DPRD Lebak dalam memenuhi aspirasi masyarakat Kabupaten Lebak”, ujarnya.
Pembangunan Kabupaten Lebak masih dirasa belum maksimal dan terarah sesuai keinginan masyarakat, hal ini terungkap ketika berjalannya kegiatan saresehan bersama Pemuda dan Mahasiswa Lebak.
Peri Purnama , menyampaikan bahwa pembangunan di Kabupaten Lebak masih terbilang rendah jika dibandingkan dengan kabupaten lainnya di Provinsi Banten, ”Pembangunan Kabupaten Lebak kalau mau kita kritisi masih kalah dengan pembangunan Kabupaten lainnya, terutama soal pembangunan infrastruktur yang merupakan kebutuhan langsung bagi mengawal aspirasi rakyat”ungkapnya.
Peri mencontohkan gedung DPRD Lebak sudah tidak representatif lagi sebagai gedung wakil rakyat sehingga mempengaruhi kinerja anggota DPRD Lebak.
“Pembangunan infrastruktur seperti jalan kabupaten saja masih banyak yang rusak padahal itu kebutuhan masyarakat”, Ujarnya.
Agus Hiplunudin mengatakan bahwa pembangunan yang rendah di Kabupaten lebak juga dipengaruhi oleh fungsi DPRD sebagai lembaga legislatif yang tidak berjalan dengan baik untuk mengkritisi dan mengawasi kebijakan pemerintah sesuai fungsi yang melekat pada lembaga yang berfungsi sebagai penyeimbang kekuasaan eksekutif, bukan justru ada pada ketiak eksekutif”, ujar Alumni Magister Ketahan Nasional Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.
Agus menjelaskan bahwa pentingnya penguatan peran dan fungsi legislatif untuk melakukan politik kontrol dan politik anggaran dalam mengawal pembangunan. “legislatif harus jeli melihat persoalan lebak karna kalau tidak jeli, maka bisa jadi fungsi politik anggaran dan politik pengawasan lembaga legislatif itu tidak berjalan, tidak adanya check and balances” ujarnya.
Pengamat Tata Ruang dan Wilayah Wakyudi mengungkapkan bahwa lambannya pembangunan di Kabupaten Lebak diakibatkan wilayah Kabupaten Lebak terlalu luas, Lebak punya 28 Kecamatan dan 340 desa serta 5 kelurahan dengan APBD 2,4 triliun itu belum sebanding dengan luas wilayah”, ujar Alumni Magister Arsitektur Lanskap IPB Bogor.
Dia menjelaskan bahwa pemerintah lebak harus menggali potensi yang ada di Wilayah Kabupaten Lebak dengan memaksimalkan potensi tenaga kerja yang ada di Kabupaten Lebak sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Lebak, oleh karenanya Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) harus bisa mengukur setiap kebijakan yang dikeluarkan oleh eksekutif terhadap kondisi real dilapangan (ruang dan wilayah) jangan sampai kebijakan eksekutif cenderung kontradiktif”, tukasnya.
Sementara Nursailan menekankan kepada anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lebak harus komitmen dalam mengakomodir kepentingan rakyat”.
Nursailan juga menambahkan anggota DPRD harus memerankan fungsinya untuk melakukan politik kepentingan rakyat meski kita sadar bahwa sulit juga karena mereka (anggota DPRD) merupakan anggota partai dan kepentingan partai itu ada, tetapi mau tidak mau secara politik harus memperjuangkan kepentingan rakyat, selain itu anggota DPRD juga harus bisa mengawal anggaran pembangunan daerah demi kepentingan rakyat,” ujar Nursailan.
Dalam acara saresehan tersebut dipandu oleh Jaka maulana, S.AP (Direktur Humas Suwaib Amiruddin Foundation) sebagai moderator dan dihadiri oleh pemuda, mahasiswa, pelajar dan masyarakat Kabupaten Lebak. (Anam)