SAF: Serukan, Jadikan Media Sosial Untuk Kampanye Positif

Spread the love

Serang, 11/01/2019, Suwaib Amiruddin Foundation (SAF) menggelar dialog publik yang dilaksanakan di Universitas Serang Raya (UNSERA). Kegiatan diskusi dihadiri oleh mahasiswa Unsera, Uniba, Untirta, Unbaja dan UIN Maulana Hasanuddin Banten. Dialog yang dilaksanakan diawal tahun ini mengangkat tema “Peran Media Dalam Membangun Politik Berintegritas dengan Mengedepankan Kampanye Positif”.

 Direktur Rumah Buku SAF Jaka Permana, S. Ap. (Direktur Rumah Buku SAF) dan didampingi Khaerul Anam, S.E. (Direktur Media Center). Mengatakan bahwa diskusi rutin mingguan yang diselenggarakan oleh SAF, sebenarnya merupakan bagian dari tanggungjawab moral untuk menyampaikan gagasan-gagasan untuk soslusi atas berbagai fenomena sosial yang terjadi di negeri ini. “tegasnya”

 Kegiatan dialog diisi beberapa narasumber dari berbagai latar belakang. Narasumber yang mengisi diantaranya TB. Rahmat, M. Pd. (Dosen Unsera, Fisipkum serta sebagai Duta #Kampanyepositif2019), Agus Aan Hermawan, S. Sos., M. Sc. (Komisioner Bawaslu), Media Sucahya, M. Si. (Dosen Unsera, Fisipkum) dan Sutisna, S. Pd. I. (Jurnalis kabar Banten). Pada kegiatan ini dimoderatori oleh Miftahul Ulum, S. Pd. (Direktur Program SAF).

Direktur Eksekutif SAF, Mochammad Fahmi Abduh memberikan sambutan sekaligus membuka acara mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan agar mahasiswa lebih cerdas lagi dalam hal penggunaan media. “Karena media itu membangun secara langsung opini masyarakat dan jika kita tidak menggunakan media itu dengan cermat dan bijak, maka opini yang akan diciptakannya pun akan negatif tetapi jika kebalikannya maka akan menghasilkan opini yang positif,” jelasnya.

Kegiatan ini diinisiasi karena banyaknya penyebaran hoax. Sebagai kaum milenial yang lebih banyak menggunakan seluler pintar atau berinteraksi menggunakan media sosial untuk berkomunikasi. Media sosial banyak berita yang beredar, akan tetapi  harus disaring terlebih dahulu, jangan langsung terima mentah-mentah.

Media Sucahya menjelaskan bahwa kita harus melihat media dalam memberitakan perpolitikan apakah sudah benar atau belum, apakah masih ada berat sebelah atau tidak. “terkadang media memberitakan sesuatu yang membuat bingung.” tutup Media Sucahya. Kemudian Sutisna berharap bahwa kita harus melek media dan literasi media.

 “Harapan kedepannya, sudah saat nya kita untuk sadar tentang dunia literasi digital dan media ini banyak menyimpan hal-hal yang paling tidak kita harus dapat mensortir terlebih dahulu dan tidak boleh menelan mentah-mentah opini sesuai dengan konteks bahasannya.” Tutup TB. Rahmat selaku Dosen Fisipkum. (Media Center SAF, MU).